Logo Header Antaranews Sumbar

Politisi China Bo Xilai Segera Hadapi Vonis Pengadilan

Senin, 26 Agustus 2013 14:22 WIB
Image Print

Beijing, (Antara) - Politisi China Bo Xilai menghadapi vonis pengadilan atas tuduhan suap, penggelapan dan penyalahgunaan wewenang dalam persidangan kelima di Pengadilan Menengah Rakyat Jinan, di Provinsi Shandong, China, Senin. Sidang kelima tersebut mengagendakan apakah Bo Xilai terbukti bersalah atau tidak, dan jika terbukti bersalah hukuman apa yang akan dijatuhkan terhadap politisi berusia 64 tahun tersebut. Pada persidangan sebelumnya, jaksa penuntut telah membeberkan beberapa bukti keterlibatan Bo Xilai dalam kasus suap, penggelapan dan penyuapan. Bahkan dalam persidangan sebelumnya selain menghadirkan sejumlah saksi yang memberatkan, juga ditampilkan pernyataan istrinya Gu Kailai melalui video yang menyatakan Bo memang terlibat dalam beberapa dugaan tindak kriminal tersebut. Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan selama Bo Xilai menjabat sebagai Walikota Dalian dan Menteri Perdagangan China pada 1999-2006 telah memberikan keuntungan bagi pihak lain secara illegal. "Dalam periode itu terdakwa telah menerima suap sebesar 22 juta Yuan dari para pengusaha," kata jaksa, dalam persidangan, seperti diwartakan media setempat. Bo dituduh telah menerima suap sebesar 22 juta Yuan dari pengusaha Xu Ming, Direktur Manajer Dalian Shide Company. Selama periode itu Bo Xilai juga didakwa mengambil keuntungan dari berbagai proyek pembangunan di Kota Dalian. Bo juga dituduh telah menerima suap sebesar satu juta Yuan dari pengusaha Tang Xiaolin manajer Dalian International Development Corporation. Atas tuduhan itu Bo menyatakan Tang Xiaolin sebagai penipu yang korup yang memberikan bukti palsu untuk menutupi kejahatannya sendiri, dan mengakibatkan Bo harus menjalani hukuman. Bo juga didakwa telah menggelapkan uang selama menjabat sebagai sekretaris Partai Komunis Kota Dalian China pada 2004 dan 2005 sebesar lima juta Yuan. Bo Xilai juga didakwa mengambil keuntungan saat menjabat sebagai Ketua Partai Komunis Kota Chongqing. Bo Xilai telah didakwa menerima suap baik secara langsung maupun melalui keluarganya. Politisi yang sempat diramalkan menggantikan Hu Jintao itu, juga diduga kuat terlibat dalam pembunuhan terhadap pengusaha asal Inggris Neil Heywood pada November 2011 oleh istrinya Gu Kailai Istrinya, Gu Kailai, sudah digancar hukuman mati percobaan pada bulan Agustus karena dinyatakan bersalah membunuh seorang warga Inggris, Neil Heywood. Skandal yang melibatkan Bo Xilai dan istrinya itu menjadi perhatian di China maupun di dunia internasional karena mengakibatkan Kepala Kepolisian Daerah Chongqing, Wang Lijun, sempat melarikan diri ke Konsulat Amerika Serikat di Chengdu, dan kemudian ditahan. Atas semua tuduhan itu Bo Xilai menolak tegas, bahkan dalam pembelaannya menilai istrinya Gu Kailai telah mengalami gangguan kejiwaan sehingga pernyataannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kini persidangan masih berlangsung untuk merumuskan kesimpulan atas lima persidangan dengan terdakwa Bo Xilai. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026