
Pemberontak Tewaskan 14 Tentara Kolombia

Bogota, (Antara/AFP) - Penyergapan oleh pemberontak FARCdan ELN menewaskan 14 tentara Kolombia saat patroli tentara dan menewaskan dua gerilyawan, kata para pejabat ketika mengumumkan jumlah korban terbaru pada Minggu. Komandan tentara Juan Pablo Rodriguez mengatakan, para anggota Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) menggunakan bom dan granat tangan untuk melakukan serangan. Penyergapan berlangsung Sabtu malam, tak lama setelah para pejabat mengumumkan pembicaraan pemerintah dengan pemberontak FARC sayap kiri akan dilanjutkan Senin. Rodriguez mengatakan, insiden itu terjadi di daerah pedesaan di bagian kota Arauca, Tame, dekat perbatasan timur laut Kolombia dengan Venezuela. Laporan awal telah menempatkan jumlah korban meninggal 13 tentara. Sehari sebelumnya, tentara telah membunuh orang nomor dua faksi FARC yang hanya disebut "Ariel," kata komandan. Serangan terakhir itu terjadi pada ujung serangan terpisah pada Juli yang diklaim oleh Front FARC ke-10 yang menewaskan 15 tentara, juga di Arauca. Pada Mei, serangan FARC membunuh 11 tentara di timur laut Norte de Santander. Pemerintah dan pemberontak telah mengadakan pembicaraan perdamaian di Havana sejak November, dengan tujuan mengakhiri pemberontakan terlama di Amerika Latin itu. Meskipun gerilyawan telah mengusulkan gencatan senjata bilateral selama pembicaraan, namun Presiden Juan Manuel Santos telah menolak tawaran itu, dan mengatakan pemberontak bisa menggunakan waktu jeda untuk membangun kekuatan mereka. FARC adalah pasukan gerilya utama di Kolombia dan kini memiliki sekitar 8.000 pejuang, menurut Kementerian Pertahanan. ELN adalah kelompok gerilya terbesar kedua di negara itu dengan sekitar 2.500 pejuang. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
