Logo Header Antaranews Sumbar

IPO Adi Sarana Armada Kelebihan Permintaan

Senin, 12 November 2012 12:06 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengklaim penawaran umum saham perdana (IPO) perseroan mencatat kelebihan permintaan pada segmen "fixed allotment" sebanyak empat kali dan di "pooling" 23 kali. Direktur Utama PT Buana Capital, Benny Setiabrata, yang juga selaku penjamin pelaksana emisi perseroan, menjelaskan minat investor terhadap saham ASSA cukup tinggi. "Dari 'roadshow' yang dilaksanakan ASSA bersama penjamin emisi baik dalam negeri maupun di Singapura dan Hong Kong berjalan dengan sangat baik," katanya di gedung BEI, Jakarta, Senin. Menurut Benny, dukungan lebih dari 30 investor institusi besar ternama di Indonesia, Singapura dan Hong Kong ini membuahkan hasil penawaran saham yang mengalami kelebihan permintaaan. "Penawaran saham perdana yang dilakukan perseroan menarik minat investor, mengingat periode 2007-2011 ASSA telah mampu menunjukkan prestasi pertumbuhan usaha yang tinggi," terangnya. Di sisi lain, katanya, hal ini juga ditopang oleh prospek industri kendaraan sewa yang masih mempunyai potensi sangat besar. "Penetapan harga harga saham perdana ASSA terjadi pada tingkat harga yang sangat menarik mengingat arus kas perseroan yang sangat kuat dan sehat," tambahnya. Dalam pelaksanaan aksi korporasi ini perseroan melepas sebanyaknya 1,36 miliar lembar saham atau setara 40,03 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. "Untuk total dana yang diperoleh melalui IPO ini mencapai Rp530,4 miliar," ujarnya. Dana dana hasil IPO ini sekitar 58 persen akan digunakan untuk penambahan armada atau kendaraan baru, sekitar 32 persen untuk pembayaran pinjaman perbankan dan sisanya 10 persen untuk pengembangan infrastruktur dan jaringan usaha ASSA. Adapun penjamin pelaksana emisi efek dalam pelaksanaan IPO dari perusahaan solusi jasa transportasi ini adalah PT Bahana Securities dan PT Buana Capital. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026