Logo Header Antaranews Sumbar

Bom Bunuh Diri di Baghdad Tewaskan 25 Orang

Sabtu, 24 Agustus 2013 11:16 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Baghdad, (Antara/Reuters) - Seorang pembom bunuh diri menewaskan 25 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya di Baghdad pada Jumat ketika ia meledakkan dirinya di dalam kafe yang sibuk dekat taman populer dengan keluarga, kata sumber polisi dan medis. Itu adalah salah satu serangan terburuk di Irak sejak pembom bunuh diri menghantam distrik yang sama dua bulan lalu, menargetkan satu masjid Syiah dan menewaskan 29 jamaah saat shalat siang. Pemboman Jumat terjadi di al-Qahira, sebuah distrik utara ibu kota yang adalah rumah bagi sebagian besar Muslim Syiah. Anak-anak di antara korban di lokasi, yang adalah daerah penuh kafe dan restoran. Yang terluka telah dibawa ke empat rumah sakit yang berbeda, kata sumber tersebut. "Ada kerumunan orang, dan pembom bunuh diri meledakkan dirinya tepat di dalamnya. Sebagian besar orang tewas atau terluka oleh bantalan bola dari perangkat ledak itu," kata perwira polisi Ahmed Jassim. Patrolinya mendengar ledakan dan tiba di lokasi untuk menemukan orang-orang terbaring mati atau terluka di tanah dengan genangan darah. Polisi ragu-ragu untuk membantu orang yang terluka karena mereka takut kena ledakan bom kedua, katanya. Dalam serangan terpisah di Baghdad tengah, orang-orang bersenjata mengendarai sepeda motor menembak mati empat orang yang berada di dalam mobil, kata sumber-sumber polisi dan kesehatan. Irak telah menderita kekerasan ekstrem selama bertahun-tahun, namun sejak awal tahun 2013 intensitas serangan terhadap warga sipil telah meningkat secara dramatis. Lebih dari 1.000 orang Irak tewas dalam serangan-serangan pada Juli, korban bulanan terburuk sejak 2008. Sejak awal 2013, serangan bom terutama oleh gerilyawan Muslim Sunni telah semakin menargetkan kafe dan tempat-tempat lain di mana keluarga berkumpul, serta target biasanya terdiri dari fasilitas militer dan pos-pos pemeriksaan. Delapan belas bulan sejak pasukan AS menarik diri, ketegangan sektarian yang mengakar telah diperburuk oleh perang saudara di negara tetangga Suriah dan berkembang perpecahan politik antara Syiah, Sunni dan faksi-faksi etnis Kurdi. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026