
15.250 KK nagari pemekaran di Pasaman Barat siap dicetak

Simpang Empat (ANTARA) - Sebanyak 15.250 kartu keluarga dari nagari atau desa pemekaran siap untuk dicetak setelah dimutakhirkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat dalam rangka pemindahan data penduduk ke nagari pemekaran.
"Kita melakukan percepatan pemutakhiran data penduduk agar kartu keluarga dapat segera keluar," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pasaman Barat Yulisna di Simpang Empat, Senin.
Ia mengatakan pemutakhiran data penduduk itu dibantu oleh 71 nagari pemekaran dengan mengirim dua stafnya ke Disdukcapil selama tujuh hari untuk enam nagari pemekaran.
"Kegiatan ini akan berlangsung dari 2 Februari 2023 sampai 19 Juni 2023. Hingga saat ini sudah 15.250 KK yang sudah siap untuk dicetak," sebutnya.
Menurutnya bagi nagari yang telah siap KK warganya seperti Nagari Koto Gunung Ujung Gading, Brastagi Ujung Gading, Salido Saroha Ujung Gading, Taluak Ambun Ujung Gading dan Tampus Damai Ujung Gading langsung membagikannya kepada masyarakat
Setelah Kartu Keluarga dibagikan, untuk KTP bagi warga yang memiliki smartphone dapat menggunakan identitas kependudukan digital (IKD).
Hal itu, katanya, sesuai arahan Mendagri dalam acara Rakornas Dukcapil di Manado beberapa waktu lalu bahwa Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri diinstruksikan mengambil solusi dengan penerapan IKD.
Hal itu sebagai langkah menggantikan penerbitan KTP elektronik yang butuh banyak blanko.
Ia menjelaskan dengan adanya pemekaran 11 kecamatan, 300 desa atau kelurahan, empat provinsi seluruh Indonesia maka pengadaan blanko KTP elektronik membutuhkan anggaran yang besar.
Untuk itu identitas kependudukan mendigitalkan pelayanan administrasi kependudukan. Dimana KTP elektronik diganti KTP digital.
"Namun bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone tetap dilayani pencetakan KTP elektronik," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
