Logo Header Antaranews Sumbar

BMKG: Cuaca Sumsel Berawan Hingga Hujan Ringan

Minggu, 18 Agustus 2013 08:58 WIB
Image Print

Palembang, (Antara) - Kondisi cuaca di Provinsi Sumatera Selatan diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika berpeluang berawan hingga hujan ringan. "Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, terpantau sembilan kota berpeluang berawan, sedangkan enam kota lainnya hujan ringan," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama di Palembang, Minggu. Menurut dia, kesembilan kota di Sumsel yang diprakirakan kondisi cuacanya berawan yakni Kota Palembang, Indralaya, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Lubuklinggau, Musirawas, Tebintinggi, dan Sekayu. Enam kota lainnya yang diprakirakan berpeluang hujan ringan yakni Kota Pagaralam, Pangkalanbalai, Baturaja, Martapura, Muaradua, dan Kayu Agung. Beberapa kota yang diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 24--33 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 60--96 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin sebagian besar menuju tenggara kecuali Kota Musirawas, Tebingtinggi, Lubuklinggau, dan Lahat arah angin daerah ini menuju selatan. Kota yang diprakirakan berpeluang hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 23--32 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 65--97 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin sebagian besar menuju tenggara, kecuali Kota Pagaralam, dan Baturaja arah angin daerah ini menuju selatan, katanya. Ia mengatakan bahwa wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu pada bulan Agustus 2013 atau bulan ketiga musim kemarau ini walaupun beberapa daerah kondisi cuacanya mulai banyak berawan, masih berpeluang cukup sering turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada siang dan sore hari. Hujan pada bulan ini berpotensi turun dengan intensitas curah hujan berkisar 101--150 milimeter. Masih seringnya hujan pada kemarau tahun ini dipengaruhi temperatur perairan Indonesia cukup hangat sehingga menyebabkan masih tersedianya uap air, ujar Indra. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026