Logo Header Antaranews Sumbar

Serapan APBD Pesisir Selatan tiga besar di Sumatera Barat

Jumat, 30 Desember 2022 05:07 WIB
Image Print
Kepala DPPKAD Pesisir Selatan, Hellen Hasmeita

Painan (ANTARA) -

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengungkapkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) periode Agustus ketiga setelah Tanah Datar dan Dharmasraya.
Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Hellen Hasmeita menyampaikan tingginya serapan itu sejalan dengan komitmen memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang terjaga dan berkelanjutan.
"Karena memang belanja APBD dari sisi konsumsi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan," ungkapnya di Painan.
DPPKAD Kabupaten Pesisir Selatan mencatat hingga 31 Agustus realisasi belanja mencapai 61,11 persen atau Rp1,04 triliun dari total APBD Rp1,6 triliun. Serapan itu lebih besar dibanding target yang 60 persen.
Khusus untuk belanja modal sampai pada November mencapai 76,07 persen atau sebesar Rp202 miliar dari total Rp237 miliar yang dialokasikan sepanjang tahun ini. Meski demikian seluruh kegiatan telah berjalan.
Hellen melanjutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kontribusi belanja pemerintah pada PDRB Pesisir Selatan tercatat kedua tertinggi setelah konsumsi rumah tangga.

Ikuti Survei Kesadaran Merek ANTARA: Klik Disini

Selain sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi, serapan anggaran yang baik sekaligus berdampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran sejalan dengan kegiatan investasi pemerintah.
Progres belanja yang dimulai sejak awal tahun anggaran otomatis menjaga laju inflasi, karena tidak terjadi lonjakan harga akibat tingginya permintaan akibat pola serapan yang besar di akhir tahun.
"Pertumbuhan itu terjadi di tengah inflasi yang terkendali," terangnya.
Sementara Kantor Perwakilan Bank Indonesia pada periode tersebut Pesisir Selatan merupakan penyerap anggaran terbesar dari seluruh belanja kabupaten/kota di Sumatera Barat, dengan pangsa 9,39 persen.
Bahkan kinerja serapan anggaran daerah berjuluk 'Negeri Sejuta Pesona' itu juga terkonfirmasi lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya 60,38 persen.
"Sedangkan pangsa terendah adalah Kota Padang Panjang, dengan pangsa 3,22 persen," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Wahyu Purnama A.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026