Logo Header Antaranews Sumbar

Pakistan Tuduh India Bunuh Warga Sipil di Kashmir

Selasa, 13 Agustus 2013 04:54 WIB
Image Print

Muzaffarabad, Pakistan, (Antara/AFP) - Pakistan pada Senin menuduh India membunuh warga sipil dengan "penembakan yang tidak beralasan" di Kashmir dalam serangkaian bentrokan terakhir di wilayah sengketa Himalaya. Ketegangan meningkat kembali di wilayah Kashmir yang dijaga ketat militer dan kedua tetangga bersenjata nuklir itu saling menuduh melakukan penembakan lintas perbatasan. Pejabat militer mengatakan insiden terakhir terjadi ketika "pasukan India menembak tanpa alasan pada Senin malam" dalam tiga tempat di sepanjang perbatasan de facto yang diketahui sebagai "Line of Control (LoC)". "Pasukan Pakistan secara efektif merespon kepada penembakan warga India," kata dia. Pejabat tersebut menambahkan bahwa satu warga sipil tewas karena penembakan yang tidak beralasan oleh India. Perdana Menteri Kashmir Pakistan Chaudhry Abdul Majeed memimpin gerakan protes 400 orang untuk misi pemantauan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Muzaffarabad sebagai permintaan aksi mengembalikan perdamaian. "Hal itu merupakan tanggung jawab misi pemantau PBB untuk menjaga perdamaian di Kashmir," katanya kepada pengunjuk rasa. "Mereka seharusnya memenuhi tanggung jawabnya dengan memainkan peran untuk menghentikan penembakan dari India dan mengembalikan ketenangan di wilayah tersebut," katanya. Menteri Pertahanan India A.K. Antony pada Kamis mengisyaratkan aksi militer yang kuat selama LoC setelah Delhi menuduh pasukan Pakistan terlibat dalam penyergapan mematikan di malam hari yang menewaskan lima tentara India Senin lalu. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif berusaha meringankan ketegangan dengan India melalui desakan kedua belah pihak untuk bekerja cepat untuk menopang gencatan senjata selama 10 tahun yang terancam beberapa serangan terakhir. Pada Minggu, Pakistan menuduh India menembaki pos perbatasan di Kashmir dan Provinsi Punjab. Wilayah Himalaya yang indah di Kashmir merupakan terbagi antara India dan Pakistan yang diawasi PBB namun diklaim secara menyeluruh oleh masing-masing negara. Sebuah gejolak mematikan selama LoC pada Januari membawa pada perundingan damai. Mereka baru saja kembali setelah absen tiga tahun disebabkan serangan di Mumbai tahun 2008 yang menewaskan 166 orang. India menyalahkan militan Pakistan atas serangan tersebut. Lebih dari puluhan kelompok bersenjata berperang dengan pasukan India sejak 1989, menuntut kemerdekaan Kashmir atau bergabung dengan Pakistan. India dan Pakistan telah berjuang dalam tiga perang sejak kemerdekaan mereka dari Inggris pada 1947, dua diantaranya terkait di Kashmir. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026