Logo Header Antaranews Sumbar

Arus Lalu Lintas Medan-Kabanjahe Masih Sepi

Sabtu, 10 Agustus 2013 06:40 WIB
Image Print

Kabanjahe, Sumut, (Antara) - Arus lalu lintas kendaraan berupa mobil pribadi dan sepeda motor dari Medan tujuan Kabanjahe pada H+2 Idul Fitri 1434 Hijriah masih terlihat sepi. Pewarta Antara dari Kota Kabanjahe, Jumat malam hingga Sabtu dini hari, melaporkan kendaraan pemudik yang melewati jalan lintas Sumatera (Jalinsum) tersebut belum begitu padat dan terlihat adanya lonjakan jumlah pemudik. Hal itu membuat tidak terjadi kemacetan yang dapat mengganggu arus transfortasi bagi masyarakat atau pemudik yang ingin berwisata ke kota Brastagi, Gundaling, dan mengunjungi Kota Kabanjahe, Ibu kota Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Kota Brastagi sekitar lebih kurang 55 Kilometer dari Kota Medan, pada hari libur yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan untuk berbelanja buah-buahan dan sayur-sayuran, serta membeli souvenir. Namun, pada hari kedua Lebaran 1434 Hijriah, kelihatan biasa-biasa saja, dan tidak tampak suasana merayakan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, Bukit Kubu yang berada di Kota Brastagi, juga tidak begitu ramai dikunjungi masyarakat. Sejumlah petugas pengamanan Lebaran memprediksi, Kota Brastagi, Kabanjahe, Bukit Kubu, Taman Hutan Raya (Tahura) akan mulai kelihatan ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan pada H+3 dan H+4 Lebaran 1434 Hijriah (Sabtu-Minggu, 10-11 Agustus). Wisatawan maupun tamu yang biasa mengunjungi lokasi objek wisata di Kabupaten Karo, yakni dari Jakarta, Aceh, Padang, Pekanbaru, Pematang Siantar, Medan dan daerah lainnya di Sumatera Utara. Data yang diperoleh Antara dari Provinsi Sumut mencatat sebanyak 45 lokasi yang rawan kecelakaan lalu lintas dalam arus mudik dan balik pada perayaan Idul Fitri 1434 Hijriah. Beberapa di antaranya di wilayah hukum Polres Asahan, di jalan lintas Sumatera (jalinsum) KM 84-84 Desa Tanjung Sari, Kecamatan Sei Suka dan jalinsum KM 125 Desa Limau Manis, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara. Di wilayah hukum Polres Binjai, terdapat di Jalan Soekarno Hatta KM 17-20 Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai. Selain itu, 13 lokasi rawan longsor yang terdapat di Kota Medan (satu lokasi), Kabupaten Simalungun (satu lokasi), Kabupaten Karo (dua lokasi), Kabupaten Tapanuli Utara (satu lokasi), dan Kabupaten Tapanuli Tengah (tiga lokasi). Kabupaten Dairi (satu lokasi), Kabupaten Mandailing Natal (dua lokasi), Kabupaten Humbang Hasundutan (satu lokasi), Kota Sibolga (satu lokasi), dan Kabupaten Pakpak Bharat (satu lokasi). (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026