Logo Header Antaranews Sumbar

Rezim Suriah Bantah Serangan Atas Konvoi Presiden Bashar

Jumat, 9 Agustus 2013 07:16 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/AFP) - Suriah mengambil langkah yang jarang dilakukan dengan membantah laporan-laporan serangan atas rombongan Presiden Bashar al-Assad ketika dia menuju satu masjid di Damaskus pada Kamis untuk shalat Eid. Inilah laporan pertama tentang serangan langsung atas pemimpin yang sedang menghadapi perang saudara di negeri itu sejak revolusi antirezim Bashar pecah di Suriah pada Maret 2011. Beberapa media termasuk televisi Al-Arabiya yang berkedudukan di Arab Saudi dan penentang melaporkan satu serangan roket dan mortir menyasar konvoi kendaraan Bashar. Media tersebut melaporkan konvoi itu bergerak menuju Masjid Anas bin Malik di Damaskus tengah untuk melakukan shalat Eid menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan. "Sehubungan dengan informasi yang diberitakan Al-Arabiya, saya dapat menjamin Anda bahwa sama sekali laporan itu salah," kata Menteri Penerangan Omran al-Zohbi kepada televisi negara. "Presiden tiba di masjid itu mengendarai mobilnya sendiri, dia mengikuti shalat dan menyalami setiap orang di masjid itu seperti yang dia lakukan setiap hari manakala bertemu orang-orang." "Segalanya berjalan normal," kata Zohbi. "Mereka ingin merusak perayaan bagi rakyat Suriah." Arab Saudi sebagai kekuatan regional merupakan pendukung kuat pemberontak Sunni untuk mendongkel Bashar yang berasal dari sekte Alawite, cabang dari Syiah. Sejak dimulainya pergolakan anti-Bashar, rezim Suriah terus-menerus menyebut oposisi bersenjata sebagai "teroris" yang disokong asing. Kelompok hak asasi manusia The Syrian Observatory for Human Rights tidak dapat mengonfirmasi serangan roket tersebut tetapi serangan mortir mengenai kawasan Malki di pusat Damaskus, dekat tempat Bashar mengikuti shalat Eid dan tempat kantor-kantornya berada. Sedikitnya dua kelompok gerilyawan meneyatakan melalui Facebook bahwa merekalah yang telah menyerfang konvoi Bashar. "Liwa al-Islam melakukan serangan dengan roket dengan menyasar konvoi itu sedangkan kelompok-kelompok lain menggunakan mortir," kata juru bicara Liwa al-Islam Islam Allush kepada kantor berita Prancis AFP melalui Internet. Televisi negara memperlihatkan Bashar duduk bersama dengan para pemuka, tampak rileks dan tersenyum selama ibadah pagi itu. Ia jarang terlihat di depan umum sejak dimulainya konflik itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026