
Pemantau: Serangan Udara Rezim Suriah Tewaskan 28 Orang

Beirut, (Antara/AFP) - Serangan udara oleh pesawat-pesawat tempur Suriah menewaskan sedikitnya 28 orang Kamis, termasuk 11 warga sipil dalam serangan terhadap pejuang Negara Islam (IS), kata satu kelompok pemantau. "Pesawat-pesawat tempur melakukan enam razia pada Kamis terhadap Al-Bab" di bagian utara negara, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris. "Sebelas orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, dan 17 lainnya terluka ketika pesawat-pesawat (jet) menembakkan roket-roket ke daerah ramai dekat sebuah pasar di kota" tenggara kota Aleppo. IS yang sebelumnya disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menarik pejuang dari daerah, dengan beberapa komandannyamengatakan langkah itu dalam kasus pemboman tentara Suriah dan mungkin serangan udara Amerika. Presiden AS Barack Obama Rabu mengatakan ia telah memerintahkan militer Amerika untuk memperluas operasi terhadap IS, yang telah menyita wilayah luas di Irak dan Suriah serta berkomitmen pada kekejaman mengerikan. "Tujuan kami jelas: kita akan menurunkan, dan akhirnya menghancurkan, ISIS melalui strategi kontra-terorisme yang komprehensif dan berkelanjutan," kata Obama, menggunakan singkatan alternatif untuk kelompok tersebut. "Saya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap ISIS di Suriah, serta di Irak." Di tempat lain Kamis, serangan-serangan udara di Douma yang dikuasai pemberontak dekat Damaskus menewaskan 17 orang, termasuk empat anak, kata kepala Observatory Rami Abdel Rahman. Douma, utara ibu kota, telah dikepung selama lebih setahun. Pertempuran di Marea utara Aleppo Kamis menewaskan empat pemberontak dari kelompok yang menguasai daerah itu dan 11 pejuang IS berusaha untuk merebutnya, kata Observatorium. Di provinsi tengah Hama, Observatorium mengatakan pasukan rezimdidukung oleh petugas Iran merebut kembali sebagian besar wilayah Halfaya dari tangan pemberontak dan gerilyawan Front Al-Nusra yang terkait dengan Al Qaida. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
