Logo Header Antaranews Sumbar

Polri: Konflik Antarwarga Akibat Pudarnya Rasa Persatuan

Jumat, 9 November 2012 20:48 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan konflik antarwarga yang belakangan ini kerap terjadi seperti di Lampung, diakibatkan rasa persatuan bangsa dan jiwa nasionalisme warga yang mulai memudar. "Untuk menghindari konflik antarwarga, salah satu caranya adalah, warga diharapkan tidak mudah terpancing isu yang provokatif dan terus menghargai nilai-niai persatuan bangsa," kata Agus di Jakarta, Jumat. Agus mengatakan Kepolisian menyesalkan kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah di nusantara seperti di Lampung Selatan (27-29/10), Lampung Tengah (8/11) dan juga Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Oktober 2012. Berbagai kerusuhan itu terjadi akibat hal-hal yang menunjukkan kurangnya persatuan antarwarga, kata Agus. Dia mengatakan kepolisian akan terus bersinergi dengan jajaran penegak hukum lainnya serta mengoptimalkan dukungan pemerintah dan masyarakat agar dapat memulihkan keadaan dan mengembalikan situasi menjadi kondusif. Salah satunya seperti kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang selama ini terus dijalin. Sebanyak 800 aparat dari unsur TNI dan Kepolisian saat ini, kata Agus, berupaya mengamankan situasi di Lampung Tengah akibat kerusuhan Kamis (8/11) kemarin di Kampung Kusumadadi, yang mengakibatkan setidaknya lima rumah rusak parah dan 31 rumah lainnya rusak ringan. Perisitiwa itu dipicu oleh tudingan warga terhadap salah seorang penduduk Kambung Buyut yang ditindaklanjuti dengan aksi main hakim sendiri. Warga Kampung Buyut yang tidak terima akhirnya membalas dendam dengan melakukan perusakan dan pembakaran rumah warga Kusumadadi. Bantuan pemerintah dan masyarakat juga diharapkan untuk memulihkan keadaan dan rehabilitasi rumah warga dan fasilitas umum pascakonflik. Diharapakan, situasi dapat kembali menjadi kondusif pascakerusuhan seperti kesepakatan damai yang dijalin warga Balinuarga dan Agom, Lampung Selatan pada Minggu (4/11) sehingga warga dapat hidup tenang dan damai. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026