Logo Header Antaranews Sumbar

Sumbar bina ratusan anak panti asuhan jadi wirausaha

Selasa, 18 Oktober 2022 06:16 WIB
Image Print
Kepala Dinas Sosial Sumbar Arry Yuswandi serahkan bantuan pada salah satu panti di Sumbar. (ANTARA/Dok Dinas Sosial Sumbar)

Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membina ratusan anak-anak yang tinggal di panti asuhan untuk menjadi wirausaha agar bisa mandiri secara ekonomi.

"Ini sekaligus bagian dari program unggulan Sumbar yaitu menciptakan 100 ribu entrepreneur dan pelaku ekonomi kreatif," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Padang, Senin.

Ia mengatakan untuk merealisasikan program tersebut tidak hanya dibebankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bergelut di bidang ekonomi, industri, UMKM dan koperasi.

Semua OPD di Sumbar diminta terlibat dalam upaya menciptakan para wirausaha baru tersebut sesuai tugas dan fungsi lembaga.

"Di Dinas Sosial misalnya bisa memberikan pembinaan bagi anak-anak di panti asuhan ini," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Sumbar, Arry Yuswandi menyebut ada tiga panti yang dibina untuk melaksanakan program tersebut. Pertama, Panti Sosial Bina Remaja Harapan (PSBRH) di Kota Padang Panjang.

Pada panti khusus anak perempuan itu ada 200 anak-anak yang dibina keahlian membuat kostum dan bordir. Mereka dibina selama enam bulan untuk mampu berwirausaha.

“Tahun ini sudah ada 100 anak yang dibina. Sebagian dari mereka sudah mandiri menjalankan usaha. Sebagian lagi sudah ada yang direkrut dunia usaha. Ada juga mereka yang sudah dibina, mencari pengalaman bekerja dengan orang lain selama tiga bulan, kemudian mandiri mendirikan usaha sendiri,” katanya.

Selain pembinaan, mereka anak-anak panti ini juga diberikan modal berupa satu unit mesin jahit per orang.

Kemudian Panti Sosial Asuhan Anak Bina Remaja (PSAABR) di Lubuk Alung, yang khusus ditempati anak-anak laki-laki. Ada empat keahlian yang dibina di panti ini. Yakni keahlian bidang otomotif, listrik, elektronik dan las. Mereka juga dibina juga selama enam bulan.

“Satu periode kita membina 60 anak panti asuhan ini. Jadi hingga akhir tahun sudah 120 anak panti ini nantinya dibina,” terangnya.

Sementara untuk Panti Sosial Karya Wanita Andam Dewi di Sukarami, Kabupaten Solok yang ditempati wanita tuna susila, dibekali beberapa keterampilan, seperti menjahit, bercocok tanam dan lainnya. Mereka diberi keterampilan supaya menimbulkan kesadaran diri untuk tidak kembali kembali bekerja menjadi tuna susila.

“Satu periode wanita di panti ini diberikan pembinaan untuk 40 wanita. Dengan pembinaan entrepreneurship yang diberikan di tiga panti ini, maka di akhir tahun ini ada sekitar 400 anak panti yang dibekali pembinaan entrepreneruship,” katanya.

Ia berharap ke depan dari hasil binaan tersebut akan muncul wirausaha baru yang tidak saja berdampak positif bagi perekonomian sendiri juga bagi perekonomian daerah.***3***



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026