
Utusan HAM PBB Puji Pemilu Kamboja

Phnompenh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak asasi manusia di Kamboja, Surya Subedi P, pada Rabu memuji pemilihan umum Kamboja dan mengimbau ketenangan serta dilakukan rujuk politik. "Pemilihan umum pada Minggu adalah tampilan kematangan dalam pelatihan demokrasi di negeri ini," kata Subedi dalam pernyataan disiarkan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia di Kamboja. Dia memuji semua aktor politik untuk pembatasan mereka selama jajak pendapat. "Saya mengucapkan selamat kepada rakyat Kamboja dalam penggunaan hak pilih mereka yang secara umum berlangsung damai," katanya, "Saya sekarang menyerukan untuk tenang dan melakukan rekonsiliasi politik untuk kepentingan bangsa yang lebih besar." Pakar HAM juga mengimbau kepada masyarakat dan semua aktor politik "untuk tidak menyerah pada kebencian rasial, baik secara langsung atau melalui cara lain, seperti, media sosial, dan berkontribusi dalam membangun toleransi, kohesif dan masyarakat liberal demokratis". Berkenaan dengan berbagai dugaan penyimpangan, Subedi menyerukan kepada badan-badan yang tepat untuk segera dan tidak memihak menyelidiki mereka. Dia juga mendesak Komite Pemilihan Nasional Kamboja (NEC) untuk benar-benar menjelaskan setiap kertas suara yang tidak terpakai. Menurut hasil resmi awal, Partai Rakyat Kamboja (CPP) Perdana Menteri lama Hun Sen meraih kemenangan dengan 68 kursi parlemen, sedangkan oposisi Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), yang pemimpinnya Sam Rainy baru kembali dari pengasingan mendapat sisa 55 kursi. Sam Rainsy mengatakan Senin bahwa partainya tidak mengakui hasil jajak pendapat Minggu, mengklaim kecurangan, dan mengajukan permohonan kepada NEC untuk menuntut pembentukan satu komite bersama untuk menyelidiki penyimpangan selama pemilu. Dalam penampilan publik pertama pada Rabu, Perdana Menteri Hun Sen mengatakan bahwa pemerintah dan CPP menyambut pembentukan komite bersama untuk "menunjukkan transparansi dan untuk menemukan solusi yang akan diterima semua pihak". Perdana menteri juga mengumumkan bahwa CPP yang berkuasa siap untuk berbicara dengan oposisi CNRP tentang pembentukan parlemen baru setelah pemilu. "CPP siap untuk bernegosiasi dengan partai yang memenangkan kursi di parlemen mengenai persiapan aparat baru Majelis Nasional," katanya kepada wartawan. Meskipun mencapai kemenangan dalam pemilihan Minggu, hasilnya merupakan pukulan bagi penguasa CPP karena kursi parlemennya menurun dari 90 kursi dalam pemilu tahun 2008 menjadi 68 kursi dalam pemilihan Minggu, sementara kursi oposisi CNRP terjadi peningkatan yang dramatis dari 29 kursi menjadi 55 kursi. Hun Sen, yang telah berkuasa 28 tahun, akan memperpanjang kekuasaannya selama lima tahun ke depan melalui kemenangan itu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
