Logo Header Antaranews Sumbar

Pegadaian: Harga Emas Pulih Triwulan III-IV

Kamis, 1 Agustus 2013 13:37 WIB
Image Print
Emas. (Antara)

Jakarta, (Antara) - PT Pegadaian (Persero) memperkirakan harga emas akan kembali pulih pada triwulan III dan IV 2013, meskipun pada dua triwulan pertama mengalami penurunan signifikan. "Kemungkinan harga emas akan berbalik arah, dari sebelumnya mengalami tekanan penurunan menjadi menguat menjelang akhir tahun," kata Direktur Keuangan PT Pegadaian, Dwi Agus Pramudya, di sela acara "Gebyar Bazar Pegadaian", di Jakarta, Kamis. Menurut Dwi, keyakinan harga emas akan pulih didorong sejumlah faktor, seperti meningkatnya harga emas akibat permintaan yang tinggi di sejumlah negara seperti di India, dan China. "Menjelang akhir tahun biasanya permintaan emas di kedua negara itu makin tinggi terkait dengan musim pernikahan di mana emas menjadi simbol perayaan," ujarnya. Selain itu tambah Dwi, permintaan emas dunia juga akan melonjak karena hampir sebagian besar bank sentral di dunia memburu emas untuk meningkatkan portofolio cadangan. Menurut catatan, harga emas di pasar internasional periode Juni 2013, merosot hingga ke level 1.320 dolar AS per troy ounce dari sebelumnya berkisar 1.483-1.600 dolar AS per troy ounce pada awal 2013. Dwi menjelaskan, harga emas akan selalu mengikuti tren koreksi harga dunia, jika mencapai level 1.200 dolar AS per troy ounce maka sudah mencapai titik "bottom", yang merefleksikan harga pokok komoditi emas. "Namun secara psikologis harga emas secara perlahan akan mengalami tren penguatan sesuai dengan faktor-faktor pendukungnya," ujar Dwi. Ia mengakui hingga kini belum ada tanda-tanda kenaikan harga emas namun diharapkan segera pulih. "Jika harga emas dunia membaik, maka akan langsung diikuti harga emas di pasar sejumlah negara," ujarnya. Dwi mengakui penurunan harga emas belakangan ini telah berimplikasi negatif terhadap Pegadaian yang ditandai dengan menurunnya laba perseroan. Pada semester I 2013, Pegadaian mencatat laba bersih semester I 2013 sebesar Rp718 miliar, turun 22,71 persen dibanding periode sama tahun 2012 sebesar Rp929 miliar. Menurut Dwi, akibat penurunan harga emas yang terus menerus maka perusahaan harus mencadangkan dana sebesar Rp400 miliar hingga akhir tahun 2013, untuk mengantisipasi berlanjutnya penurunan harga. Meski terjadi penurunan laba bersih diutarakan Dwi, namun dari sisi pendapatan Pegadaian masih membukukan kenaikan dari Rp43 triliun melonjak menjadi Rp46 triliun. "Tahun ini merupakan tahun yang cukup "extraordinary" harga emas, karena sejak awal tahun hingga Juli 2013 masih belum ada tanda-tanda penguatan," ujarnya. Sesungguhnya ujar Dwi, bisnis Pegadaian secara keseluruhan masih mengalami peningkatan, tercermin dari jumlah nasabah Pedagaian masih meningkat sekitar 15 persen menjadi 14,4 juta pada semester I 2013 dari sebelumnya sebanyak 13,7 juta nasabah. "Harga emas terus turun, tapi ini juga memicu minat masyarakat untuk membeli logam mulia," ujarnya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026