Logo Header Antaranews Sumbar

Solok Selatan latih koperasi pengembangan usaha

Rabu, 24 Agustus 2022 17:46 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solok Selatan Akmal Hamdi didamping Kepala Bidang Koperasi dan UKM Azizah Mutia foto bersama dengan narasumber dan pengurus koperasi usai pelatihan di Padang Aro, Rabu. Antara/ErikĀ 

Padang Aro (ANTARA) -

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat melatih pengurus koperasi yang bergerak di bidang peternakan sapi pengembangan usaha dan akses pembiayaan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solok Selatan Akmal Hamdi, di Padang Aro, Rabu, mengatakan, kondisi pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara global dan salah satunya koperasi oleh sebab itu diberikan pelatihan untuk peningkatan sumberdaya manusia sehingga bisa berkembang lagi.
"Koperasi yang sudah ada harus dipertahankan dan dikuatkan terutama sektor permodalan oleh sebab itu perlu diberikan pelatihan guna meningkatkan SDM pengurusnya," katanya.
Dia berharap, kedepan bisa menguatkan SDM koperasi lebih banyak lagi melalui pelatihan supaya terus berkembang dan tidak mati.
Koperasi dan UKM katanya, merupakan sektor yang masih bisa bertahan ditengah pandemi walaupun ada beberapa yang mati sehingga yang masih aktif terus dikuatkan.
Ia menjelaskan, ada empat penyebab koperasi menjadi tidak aktif permasalahan kredit macet, internal, masalah hukum dan pandemi COVID-19.
Setelah dikelompokkan penyebab tidak aktifnya koperasi katanya, baru bisa diambil tindakan seperti permodalan maka dilatih akses pembiayaan.
Untuk sektor pembiayaan katanya, selain dari perbankan koperasi juga bisa memanfaatkan sumber dari non Bank seperti Permodalan Nasional Madani (PMN).
Selain itu katanya, juga disediakan di kementerian keuangan dan pihaknya akan menindaklanjutinya bagaimana sistem pembiayaannya.
"Pembiayaan dari Kementerian keuangan dilakukan secara Nasional dan belum ada koperasi di Solok Selatan yang memanfaatkannya," ujarnya.
Pemkab Solok Selatan katanya, terus mengingatkan koperasi supaya melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) supaya tetap aktif.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM Azizah Mutia menambahkan, pelatihan ini untuk memenuhi kebutuhan pengembangan usaha koperasi yang menurun pasca COVID-19 dan susahnya pembiayaan.
"Prioritas koperasi yang dilatih sesuai dengan program unggulan daerah yaitu yang bergerak sektor usaha pengelolaan sapi," ujarnya.
Dia berharap, kedepan koperasi bisa mendapat akses pembiayaan yang lebih mudah sehingga bisa berkembang terus.
Saat ini jumlah koperasi primer Kabupaten Solok Selatan sebanyak 127 koperasi dengan aktif 68 dan tidak aktif 59 serta koperasi nasional sembilan aktif semua.
Sedangkan koperasi yang sudah melaksanakan RAT tahun buku 2021 sebanyak 22 koperasi dan yang belum sudah disurati untuk segera melakukannya.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026