
Unand Teliti Kulit Kentang Sebagai Pakan Puyuh

Padang, (Antara Sumbar) - Peneliti Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) Padang melakukan penelitian tentang efektifitas kulit kentang sebagai pakan alternatif dari ransum puyuh. "Kulit kentang memiliki kandungan protein kasar mencapai 27 persen sehingga sangat bermanfaat dalam performa puyuh menghasilkan telur," kata Peneliti Dr Ade Djulardi, di Padang, Selasa. Dia menjelaskan penelitian ini mengikut sertakan mahasiswa dan lebih terfokus pada peranan kulit kentang dalam mengganti beberapa bahan pakan puyuh yang harganya cenderung mahal. Dengan pemanfaatan kulit kentang yang merupakan salah satu limbah industri rumah tangga ini harga pakan nantinya dapat ditekan. Kemudian dia memaparkan proses pembuatan kulit kentang hingga menjadi bahan pakan puyuh nantinya. Pertama kulit kentang dikeringkan pada siang hari hingga mengeras dan siap untuk ditumbuk. Setelah itu kulit kentang ditumbuk atau digiling hingga terbentuk butiran halus. Bahan inilah yang nantinya akan dicampurkan ke dalam bahan pakan puyuh lain seperti jagung, bungkil kedelai, dedak, kalsium dan sebagainya. Setelah semua bahan tercampur ditambahkan zat konsentrat dan siap diberikan kepada puyuh dan akan terlihat hasilnya pada saat akan terjadi proses bertelur, sebutnya. Lebih lanjut kata Ade, dalam penelitian ini akan melakukan uji dengan konsentrasi bahan kulit kentang yang berbeda pada empat perlakuan. Sementara hasilnya performa puyuh yang diberi pakan kulit kentang ini mengalami intensitas peningkatan pengeluaran telur. Atau memiliki persamaan dengan puyuh yang diberi pakan tanpa penambahan kulit kentang. Menurut Ade ini tentunya menjadi peluang penggantian protein kasar dari kulit kentang pada pakan puyuh ini. Sejauh ini penelitian masih berjalan dan akan terus dilihat perkembangan dari aktivitas bertelur. Dia berharap ke depan kulit kentang dan limbah industri lainnya dapat menjadi pakan konvensional yang memiliki kualitas tinggi dengan harga terjangkau. (**/den)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
