Logo Header Antaranews Sumbar

Dosen Unand Teliti Fenotip Ayam Kokok Balenggek

Kamis, 26 Februari 2015 19:51 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) Padang Firda Arlina meneliti sifat luar atau Fenotip dari ayam penyanyi dari Sumatera Barat (Sumbar), Kokok Balenggek. "Penelitian ini bertujuan untuk melihat keragaman genetik dalam ayam Kokok Balenggek yang habitatnya endemik atau hanya ada pada satu tempat," katanya pada saat melakukan pemaparan dalam ujian Disertasi Doktor Unand di Padang, Kamis. Dia menyebutkan penelitian ini menggunakan contoh sampel sebanyak 203 ekor ayam Kokok Balenggek. Yang mana ayam tersebut hanya hidup endemik di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumbar. Kemudian, katanya, dalam pelaksanaanya penelitian ini mengukur karakteristik yang terlihat dari ayam secara genetik. Adapun parameter pengukurannya yakni warna bulu, pola bulu, corak bulu, kerlip bulu, warna shank, dan bentuk jengger. Setiap parameter ini, katanya, akan diukur keragaman "DNA" selnya secara analisis genetika. "Ayam Kokok Balenggek ini merupakan jenis ayam yang mampu berkokok secara bertingkat dan merupakan salah satu plasma nutfah miliki Sumbar," ucapnya. Saat ini, katanya, bunyi kokoknya mengalami penurunan yang juga dapat mengancam keberadaan populasinya. Selain itu ayam ini juga termasuk komoditas ternak yang mahal sebab bisa dijual hingga jutaan. Untuk iti, katanya, diperlukan upaya untuk mempertahankan keberadaan habitatnya. Penelitian ini juga nantinya akan berimplikasi dalam penghasilan jenis kokok ayam yang baru. "Meski ini baru sebatas penelitian untuk disertasi, namun hasilnya dapat menjadi rujukan untuk perkembangan riset terhadap ayam Kokok Balenggek lainnya," kata Firda. Dengan adanya keragaman dari ayam Kokok Balenggek ini nantinya dapat ditemukan sejumlah gen yang dapat menentukan jenis baru. Peluang ini tentunya masih terbuka mengingat perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, katanya. Selain itu, penelitian dari ayam ini juga mulai menjadi prioritas peneliti ternak akhir-akhir ini. Dia berharap berbagai penelitian ini dapat menjadi salah satu upaya konservasi atau menjaga keberadaan ayam yang menjadi maskot Kabupaten Solok. (*/den)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026