
Bupati Agam Santuni Korban Kebakaran Ampek Koto

Lubukbasung, Sumbar, (Antara) - Bupati Agam, Sumatera Barat Indra Catri mengunjungi dan memberikan bantuan uang tunai, sembako dan kebutuhan lain kepada korban kebakaran di Jorong Koto Hilalang, Nagari Balingka, Kecamatan Ampek Koto, pada Jumat dini hari."Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban korban Risda (65)," kata Indra Catri saat berada di lokai kebakaran didampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tarsmigrasi Kabupaten Agam Muhammad Khudri, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Bambang Warsito, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam Ermanto dan lainnya.Sebelumnya, Dinas Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tarsmigrasi Kabupaten Agam telah memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok, tikar, beras dan lainnya beberapa jam setelah kejadian.Ini merupakan standar operasional prosedur bencana alam. Untuk bantuan pembangun rumah, Pemkab Agam akan memberikan bantuan sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per unit tergantung jenis dan kerusakan rumah. "Dana ini telah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Agam," katanya.Untuk meminimalisir kebakaran, pihaknya telah melakukan penyuluhan pada masyarakat agar memperbaiki instalasi listrik, memeriksa rumah saat meningalkannya, jauhkan barang mudah terbakar dari api dan lainnya.Kemudian mengaktifkan kembali kolam yang ada di sekitar rumah, sehingga tidak kesulitan mendapatkan air saat kebakaran."Kita terus melakukan sosialisasi ini kepada masyarakat," katanya.Sementara itu, korban Risda (65), mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan bupati dan Pemkab Agam. Risda menjelaskan, rumah semi permanen miliknya terbakar pada pukul 16:00 WIB. Saat itu, Risda pergi mengantarkan nasi untuk cucunya Popi (18) yang saat ini sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Guguk.Sedangkan di rumah tersebut, Risda hanya tinggal berdua dengan Popi. Sementara ketiga anaknya tinggal di Tambilahan dan Pakanbaru.Sesampai di tempat cucunya, Risda mendapatkan informasi bahwa terjadi kebakaran di Koto Hilalang dan mendapatkan informasi tersebut dia langsung bergegas pulang dan melihat api sudah membesar di rumahnya."Api menjalar cukup besar di rumah saya, masyarakat berbondong-bondong memadamkan api dengan peralatan seadanya dan beberapa menit kemudian, mobil pemadam kebakaran sampai ke lokasi," katanya.Dalam kebakaran ini, tambah Risda, tidak ada satu pun barang berharga miliknya yang dapat diselamatkan.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam, Bambang Warsito menambahkan, saat ini pihak berwajib sedang menyelidiki penyebab kebakaran ini.Ia menambahkan, pada tahun 2013 sekitar 73 kasus kebakaran terjadi dengan kerugian sekitar Rp3,6 miliar.Dia menyebutkan, kasus kebakaran di Agam setiap tahunnya meningkat. Pada 2006 kasus kebakaran sebanyak 56 kasus, 2007 sebanyak 42 kasus, 2008 sebanyak 73 kasus, 2009 sebanyak 70 kasus, 2010 sebanyak 75 kasus, 2011 sebanyak 80 kasus dengan kerugian Rp8,777 miliar dan 2012 sebanyak 95 kasus dengan kerugian Rp8,26 miliar. (**/ari)
Pewarta: Inter
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
