
Partai Demokrat Sumbar fokus hadapi Pileg 2024
Kamis, 7 Juli 2022 05:07 WIB

Padang (ANTARA) -
Partai Demokrat Sumatera Barat menyatakan akan fokus menghadapi Pemilu Legislatif 2024 sebelum masuk ke tahapan Pilkada Sumbar 2024.
Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat Mulyadi usai pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Sumbar di Padang, Rabu mengatakan akan berkonsentrasi ke pileg dulu jangan loncat-loncat.
"Setelah Pileg dan Pilpres selesai baru kita masuk ke Pilkada. Ada waktu sembilan bulan lamanya dan ini cukup panjang," kata dia.
Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan survei terhadap kepuasan masyarakat di Sumbar terhadap kepala daerah. Menurut dia ini penting dievaluasi sehingga dalam menghadapi Pilkada nanti pihaknya harus rasional dan berbasis data yang kuat.
"Kita tidak ingin hanya rasa-rasa atau mengikuti nafsu politik semata," kata dia.
Selain itu dalam kepengurusan DPD Partai Demokrat Sumbar periode 2022-2027 ini sekitar 40 persen diisi anak muda dan pihaknya memberikan peranan yang luas kepada generasi muda untuk berpolitik.
"Kita beri porsi anak muda cukup besar untuk menggerakkan partai dan sebagai senior nanti memberikan pengarahan dan semangat," kata dia.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh kader partai agar menjaga soliditas partai dan jangan melakukan politisasi kepada kader partai yang berdampak pada perpecahan.
"Mahatahari di pusat adalah Ketum DPP dan di Sumbar Ketua DPD Partai Demokrat. Jangan ada dua matahari atau matahari bayangan," katanya menegaskan.
Dalam melakukan konsolidasi partai,pihaknya juga terbuka dengan pihak eksternal baik daru partai lain yang memiliki koridor sama yakni untuk kepentingan rakyat.
Ia mencontohkan hubungan Partai Demorat dengan partai lain berjalan hangat dan dibuktikan saat pelantikan dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi yang juga Ketua PKS Sumbar, Ketua Golkar Sumbar Khairunnas, Ketua PAN Sumbar Indra Dt Rajo Lelo dan lainnya.
"Kami akan kolaborasi dengan berbagai pihak dan bersifat tidak kaku selama koridornya jelas untuk kepentingan rakyat. Parpol tujuan akhirnya melayani masyarakat," kata dia.
Ia mengatakan dalam politik ada dua teori yang berlawanan yakni politik bertujuan untuk meraih dan memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan golongan atau memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan rakyat dan memperjuangkan rakyat.
"Kami memilih memperjuangkan rakyat, standing poin kami adalah berkoalisi dengan rakyat. Ini tidak hanya sebagai jargon tapi harus diimplementasikan dalam kebijakan politik dari provinsi hingga kabupaten dan kota,"katanya.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
