
Pertamina: Kendaraan terdaftar akan minimalkan kebocoran bbm bersubsidi

Padang Panjang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengatakan kendaraan yang terdaftar akan meminimalkan kebocoran bahan bakar bersubsidi sehingga tidak tepat sasaran .
Section Head Communication & Relation Sumbagut Agus Setiwan saat kunjungan ke SPBU Ngalau Kota Padang Panjang, Jumat mengatakan sosialisasi ini disampaikan kepada masyarakat agar mendaftarkan kendaraan mereka melalui website yang telah disediakan.
Menurut dia untuk Sumbagut ini distribusi bahan bakar bersubsidi hingga Mei 2022 sudah melebihi 50 persen dan regulasi ini diharapkan dapat menekan pendistribusian bahan bakar sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah.
“Kendaraan yang terdaftar akan meminimalkan kecurangan yang selama ini terjadi mulai dari mobil yang membeli bahan bakar bersubsidi berkali-kali dalam sehari dan lainnya,” kata dia.
Hal ini bertujuan agar penyaluran bahan bakar bersubsidi jenis pertalite dan solar sesuai dengan amananat Perpres 191 2014 tentang penyaluran, pendistribusian dan harga bahan bakar.
Menurut dia sosialisasi dilakukan di empat daerah yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi
Menurut dia melalui sosialisasi ini pihaknya ingin melihat sejauh mana respon masyarakat dan melihat sejauh mana informasi ini didapatkan masyarakat.
Empat daerah yang dipilih untuk sosialisasi ini karena daerag perlintasan dan tujuan wisata sehingga banyak dilalui kendaraan.
“Sosialisasi ini akan dilakukan hingga akhir bulan nanti dan dilakukan secara bertahap. Kita juga akan lakukan evaluasi dari sosialisasi dan edukasi yang kita lakukan kepada warga,” kata dia.
Ia menegaskan pada 1 Juli 2022 ini masih dalam tahap sosialisasi mengajak warga yang memiliki kendaraan roda empat mendaftarkan kendaraannya untuk mendapatkan kendaraan bersubsidi.
“Saat ini pembelian masih normal dan tidak ada pembatasan sesuai dengan aturan yang ada,” kata dia
Salah seorang warga Usman Effendi mengaku dapat informasi ini dan khusus datang ke SPBU Ngalau Padang Panjang untuk mendaftarkan kendaraan mereka.
“Ini tentu perlu karena aktifitas kita yang menggunakan mobil. Rumit tentu iya namun dengan aplikasi ini mempermudah,” kata dia.
Ia juga meyakini dengan kendaraan yang terdaftar akan meminimalkan konsumsi yang tidak tepat sasaran.
“Saya yakin jika ini berjalan akan mampu mencegah kebocoran bahan bakar bersubsidi karena tidak tepat sasaran,” kata dia.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
