Logo Header Antaranews Sumbar

PPHI-UTDP PMI Luncurkan Program Kesehatan Hati

Rabu, 24 Juli 2013 03:44 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) bersama Unit Transfusi Darah Pusat - Palang Merah Indonesia (UTDP- PMI) dan PT Roche Indonesia meluncurkan program kesehatan hati dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada 28 Juli. "Program bertema 'Save Your Liver, Save Your Life' ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Hepatitis C dan mencegah penularan lebih lanjut serta membantu pasien Hepatitis C untuk sembuh," kata Presiden PPHI DR. dr. Rino A. Gani di Jakarta, Selasa. Rino menjelaskan Hepatitis C adalah penyakit hati karena infeksi virus Hepatitic C (VHC) yang ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, misalnya pada penggunaan jarum suntik secara bergantian, tato, tindik, cukur dengan alat yang tidak steril, transfusi darah, dan aktivitas seksual yang tidak terproteksi. Dia juga mengatakan infeksi Hepatitis C adalah salah satu faktor risiko terbesar terbentuknya kanker hati, dimana sekitar 25 persen dari kasus kanker hati disebabkan oleh Hepatitis C yang tidak diobati. "Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi Hepatitis C, namun Hepatitis C dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat," ujarnya. Dia lebih lanjut memaparkan bahwa diperkirakan dari dua persen penduduk di Indonesia, atau sekitar empat hingga lima juta jiwa menderita Hepatitis C. Kemudian, dari jumlah tersebut, sekitar 75 hingga 85 persen akan menjadi penyakit hepatitis kronis. "Dan itu bila tidak diobati dengan baik maka lima hingga 20 persen diantaranya dapat memburuk menjadi sirosis hati dan satu hingga lima persen pasien dapat meninggal karena sirosis atau kanker hati," ujarnya. Namun, Rino mengatakan tingkat kesadaran masyarakat yang berisiko terkena hepatitis untuk memeriksakan diri hanya sekitar lima persen. Padahal, kata dia, Hepatitis C bisa disembuhkan dengan pengobatan anti virus yang tepat, dan standar baku terapi yang digunakan saat ini memberikan peluang kesembuhan hingga 95 persen. "Jadi, sayang sekali jika masih terdapat kasus kanker hati yang disebabkan oleh Hepatitis C yang tidak diobati," tuturnya. Sementara itu, Direktur UTDP-PMI Dr. dr. Yuyun SM Soedarmono mengatakan bahwa pada 2012 dideteksi 3.475 pendonor reaktif Hepatitis C, atau sekitar 0,47 persen dari 746.770 pendonor yang tersebar di 24 cabang Unit Transfusi Darah (UTD) di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, untuk membantu pendonor, dia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan edukasi langsung melalui pengiriman informasi penyakit kepada pendonor reaktif dan menyarankan pendonor reaktif tersebut untuk memeriksakan diri lebih lanjut kepada dokter spesialis hati yang tergabung dalam PPHI. Selanjutnya, Presiden Direktur PT Roche Indonesia Mike Crichton menyampaikan, melalui Program "Save Your Liver, Save Your Life", perusahaan farmasi itu akan memastikan ketersediaan obat standar emas untuk Hepatitis C dan juga melengkapi dengan program dukungan bagi pasien. Menurut dia, kerjasama antara PT Roche dengan PPHI dan PMI itu dapat memperluas akses bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi kesehatan liver (hati). "Dengan berbagai akses pengobatan yang tersedia, kami berharap suatu saat nanti Indonesia bisa terbebas dari Hepatitis C. Ini sesuai dengan visi kami untuk memberikan akses terapi bagi seluruh pasien di Indonesia, kata Mike. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026