Logo Header Antaranews Sumbar

BKSDA Sumbar sosialisasi pencegahan Karhutla di nagari rawan titik api

Rabu, 27 April 2022 11:59 WIB
Image Print
Relawan komunikasi Radio Antar Penduduk Indonesia membantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memadamkan titik api akibat terbakarnya hutan di Gle (gunung) Taron, Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (12/10). Kebakaran puluhan hektar hutan di Gle taron yang belum diketahu penyebabnya itu masih dalam penyelidikan dan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) pada 5 Oktober 2103 mendeteksi kemunculan sebanyak 21 titik panas (hotspot) di daratan Sumatera. FOTO ANTARA/Irwansyah Putra/ed/mes. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Lubukbasung,  (ANTARA) - Balai Konservasin Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Maninjau, menggelar sosialisasi dan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Nagari Sitanang, Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam, Rabu.

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Maninjau, Ade Putra di Lubukbasung, Rabu, mengatakan peserta sosialisasi dan penyuluhan itu sebanyak 30 orang berasal dari kelompok tani dan warga sekitar.

"Peserta berasal dari warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan," katanya.

Ia mengatakan, Nagari Sitanang ditunjuk sebagai lokasi sosialisasi karena dua bulan terakhir terpantau titik api pembakaran hutan dan lahan oleh satelit.

Dua pekan yang lalu, tambahnya, di lokasi tersebut juga ada terpantau titik api di daerah itu.

"Dengan dasar ini kami mengadakan sosialisasi dan penyuluhan itu dengan harapan agar titip api bisa dikendalikan," katanya.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi dan penyuluhan ini bisa mengetahui pencegahan kebakaran karena pencegahan lebih baik dari mengobati.

Pencegahan agar tidak terjadi kebakaran dengan cara tidak membuka lahan dengan membakar, mengawasi titik rawan terbakar, tidak membuang bahan mudah terbakar, melaporkan jika ada kejadian, melakukan pembakaran yang terkendali.

"Ini harus dilakukan, agar hutan dan lahan tidak terbakar. Apabila terbakar, maka berdampak terhadap kerusakan lingkungan, kerugian ekologi akibat terbakar binatang, kerugian ekonomi akibat kantor, sekolah, penerbangan ditutup," katanya.

Sementara Wali Nagari Sitanang, Afrizal mengucapkan terimakasih yang telah ditunjuknya Nagari Sitanang sebagai tempat sosialisasi Karhutla.

"Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi warga, karena peserta merupakan kelompok tani dan warga yang berada di sekitar kawasan hutan," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026