
ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Asia karena Perlambatan China

Manila, (Antara/AFP) - Perlambatan pertumbuhan ekonomi China melemahkan momentum seluruh Asia, Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan Selasa, sehingga pihaknya merevisi turun perkiraan untuk kawasan ini. Sehari setelah Beijing merilis data yang menunjukkan ekonominya melambat untuk kedua bulan berturut-turut pada April-Juni, ADB yang berbasis di Manila memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan negara berkembang di Asia tahun ini menjadi 6,3 persen dari 6,6 persen. Dalam publikasi tahunan Prospek Pembangunan Asia (ADO) terbaru, diterbitkan pertama pada April, bank juga memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan negara berkembang di Asia pada 2014 menjadi 6,4 persen dari 6,7 persen. Pembaruan angka proyeksi ini hanya sedikit lebih baik bahwa apa bank jelaskan dalam laporan sebagai kawasan "relatif lamban" dengan laju pertumbuhan 6,1 persen pada tahun lalu. "Penurunan dalam perdagangan dan pertimbangan kembali investasi merupakan bagian dari jalur pertumbuhan yang lebih seimbang untuk (China), dan dampak berantai dari laju yang lebih lambatnya pasti menjadi perhatian bagi kawasan," kepala ekonom bank ChangyongRhee, mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Tetapi kita juga melihat aktivitas lebih lemah di banyak negara berkembang Asia," tambah Rhee. Kelompok 45 negara atau wilayah berkembang Asia, dimulai dari Asia Tengah hingga ke pulau-pulau Pasifik, tetapi tidak termasuk Jepang. Laporan tersebut mengutip sebuah prospek yang sedikit lebih baik untuk negara maju, khususnya Jepang. Namun demikian, ini tidak menyebabkan permintaan lebih kuat untuk ekspor Asia, dan kinerja ekonomi semester pertama di seluruh kawasan yang "secara tak terduga lemah", katanya menambahkan. China pada Senin mengatakan produk domestik brutonya bertumbuh 7,5 persen pada kuartal kedua, menyusul pertumbuhan 7,7 persen dalam tiga bulan sebelumnya dan 7,9 persen pada Oktober-Desember. ADB mengatakan, pihaknya sekarang memperkirakan perekonomian China tumbuh 7,7 persen tahun ini dan 7,5 persen pada 2014. Kedua angka itu lebih rendah dari perkiraan April sebesar 8,2 persen dan 8,0 persen. Raksasa ekonomi Asia itu tumbuh 7,8 persen pada tahun lalu. ADB sekarang memperkirakan negara-negara Asia Tenggara akan meningkat 5,2 persen pada tahun ini, turun dari 5,4 persen. Bank juga memangkas perkiraan untuk Asia Selatan menjadi 5,6 persen tahun ini, sementara mempertahankan proyeksi 6,2 persen untuk 2014. Pada catatan yang positif, ADB mengatakan pertumbuhan PDB yang lebih lambat sedang membantu kawasan menahan inflasi, sedangkan produksi gas alam global yang sedang meningkat membantu menekan harga energi. Bank menurunkan proyeksi inflasi untuk negara berkembang di Asia menjadi 3,5 persen tahun ini dan 3,7 persen pada 2014, yang terakhir setara dengan tingkat 2012. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
