
ADB Pangkas Prospek Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara

Hong Kong, (Antara/AFP) - Bank Pembangunan Asia (ADB) pada Jumat menurunkan prospek ekonomi 2014 untuk Asia Tenggara mengutip ketegangan politik di Thailand dan Vietnam serta melemahnya permintaan eksternal di Indonesia. Pemberi pinjaman yang berbasis di Manila itu mengatakan dalam suplemen untuk prospek ekonomi kawasan, bahwa bank memperkirakan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 4,7 persen untuk tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi April sebesar lima persen. Pertumbuhan Indonesia untuk kuartal pertama tahun ini melambat menjadi 5,2 persen karena harga komoditas yang rendah dan larangan ekspor sementara mineral tertentu memperlambat pemulihan ekspor neto, kata bank. Analis sebelumnya telah memperingatkan bahwa Indonesia, ekonomi terbesar di kawasan itu, menghadapi masa ketidakpastian panjang setelah pemilihan presiden yang dipersengketakan pekan lalu, memperburuk masalah-masalah ketika pertumbuhan berada di posisi terendah empat tahun dan investasi asingmenyusut. Di Thailand, ekonomi turun 0,6 persen dalam tiga bulan pertamatahun ini, karena "kebuntuan politik" memukul permintaan domestik danindustri pariwisata penting, sementara bank memperingatkan penyusutan lebih lanjut pada kuartal kedua. Perekonomian didera oleh protes hampir tujuh bulan yang mengakibatkan 28 orang tewas dan melumpuhkan pemerintah mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra. Namun, bank mengatakan dengan kudeta militer pada Mei kepercayaan konsumen telah membaik dan ada "tanda tentatif bahwa pemulihan moderat dapat bertahan pada semester kedua tahun ini". Bank juga mengatakan penyesuaian atas perkiraan ekonomi Vietnam karena dampak ekonomi dari ketegangan dengan Tiongkok. Hubungan antara Hanoi dan Beijing anjlok ketika, pada Mei, anjungan (rig) minyak Tiongkok dipindahkan ke dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan, yang diklaim oleh kedua negara. "Data terakhir menunjukkan bahwa Asia Tenggara telah melemah ... karena prospek pertumbuhan tersendat," kata suplemen ADB, menambahkan bahwa bank memperkirakan pertumbuhan 5,4 persen pada 2015. Estimasi untuk produk domestik bruto (PDB) untuk negara-negara berkembang di Asia, yang meliputi 45 negara, tidak berubah pada 6,2 persen pada 2014 dan 6,4 persen pada tahun depan. "Prospek pertumbuhan untuk negara berkembang di Asia stabil, karena kawasan ini diproyeksikan terus tumbuh," kata pernyataan itu, menambahkan bahwa penurunan peringkat untuk Asia Tengah, Asia Tenggara dan Pasifik diimbangi dengan revisi naik untuk Asia Selatan. ADB memperkirakan pertumbuhan Tiongkok tetap sebesar 7,5 persen tahun ini dengan sedikit penurunan menjadi 7,4 persen pada 2015. Bank juga mengatakan ada prospek baik untuk India setelah pemilihan Perdana Menteri Narendra Modi yang konservatif. PDB wilayah ini sekarang diperkirakan tumbuh 6,1 persen pada 2015, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya 5,8 persen. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
