
Sopir Palembang-Pagar Alam Keluhkan Truk Batubara

Pagar Alam, Sumsel, (Antara) - Sopir angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) rute Palembang-Pagar Alam mengeluhkan kembali beroperasinya truk batubara melintasi jalan lintas tengah Sumatera yang menyebabkan kepadatan lalu lintas di daerah itu. Sejak beroperasi kembali truk batubara kemacetan lalu lintas kerap terjadi di sepanjang jalan di Kabupaten Lahat sampai ke Palembang, kata salah satu sopir AKDP, Kuswan, di Pagar Alam, Sabtu. Menurut dia, truk batubara kembali meramaikan jalan lintas tengah Sumatera sejak sebelum Ramadhan. Setiap sore puluhan truk konvoi menuju ke Palembang. Ia mengatakan, semakin sore biasanya semakin banyak truk yang berjalan secara beriringan. Bukan hanya truk yang menyebabkan kemacetan tetapi aktivitas puluhan pemuda yang menghadang kendaraan itu juga kerap menganggu lalu lintas. Hal senada diungkapkan Dewi (36) warga Palembang, ketika larangan operasi truk batubara masih berlaku waktu tempuh Pagar Alam-Palembang hanya sekitar tujuh jam. Namun, kini paling tidak delapan jam mesti dilalui untuk tiba ke Palembang, katanya. Dia menambahkan, sangat mendukung kebijakan gubernur setempat yang melarang beroperasinya truk batubara di jalan umum. Bukan hanya sering menyebabkan kemacetan tetapi berperan juga dalam mempercepat kerusakan jalan karena itu sangat berharap pemerintah setempat memberlakukan kembali kebijakan larangan melintasi jalan umum bagi truk batubara. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
