
Spanyol Bisa Minta Maaf Kepada Bolivia Atas Kesalahpahaman

Madrid, (Antara/Reuters) - Spanyol siap meminta maaf kepada Presiden Bolivia Evo Morales atas kejadian yang menyebabkan penerbangan pesawat yang ditumpanginya tertunda, kata Menteri Luar Negeri Jose Manuel Garcia-Margallo pada Selasa. Tetapi dia membantah lagi bahwa pelarangan bagi jet itu untuk terbang di wilayah udara Spanyol atas keyakinan Edward Snowden yang dicari-cari Amerika Serikat berada di dalam pesawat itu. Bolivia telah menuding Spanyol, Prancis, Portugal dan Italia menutup wilayah udara mereka bagi pesawat yang membawa Presiden Morales setelah diberitahu jet itu membawa mantan kontraktor lembaga mata-mata AS dari Moskow ke Bolivia. "Jika ada kesalahpahaman yang terjadi, saya tidak keberatan untuk meminta maaf kepada Presiden Morales," kata Menlu Garcia-Margallo. Ia mengulangi kembali bantahan Spanyol bahwa pihaknya menutup wilayah udara bagi penerbangan Moreales. "Spanyol memberi wewenang transit memberi izin wilayah udara atas dasar kata yang dinyatakan menteri luar negeri Bolivia," katanya. "Kami percaya atas kata sekutu dan teman kami." Tertarik untuk memelihara hubungan sejarah dengan kawasan itu, pasar ekspor yang sedang tumbuh, Madrid telah memperbarui usaha-usaha dalam beberpa bulan belakangan untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Latin setelah kebijakan nasionalisasi oleh Bolivia dan Argentina yang melanda perusahaan-perusahaan Spanyol. Pada Ahad, Menlu Bolivia David Choquehuanca mengatakan Garcia-Margallo telah mengatakan kepadanya dia diberitahu Snowden berada di pesawat Morales pekan lalu. Menurut Choquehuanca, Garcia-Margallo meminta pihak Bolivia nota tertulis yang menyatakan Snowden bukan seorang penumpang sebelum izin penerbangan dipulihkan. Presiden AS Barack Obama mengatakan negara yang memberikan perlindungan kepada Snowden akan menghadapi masalah serius. Snowden diyakini bersembunyi di bandara internasional Sheremetyevo Moskow, tempat dia mendarat pada 23 Juni dari Hong Kong. Pemerintahan Bolisi meyakini AS tahu bahwa Snowden tidak dalam pesawat itu dan hanya ingin mengintimidasi Morales karena kritik tajamnya atas kebijakan-kebijakan AS. Sejak itu presiden tersebut mengatakan dia akan menawarkan suaka kepada Snowden. Bolivia telah menuntut Spanyol, Italia, Portugal dan Prancis memberitahu siapa yang mengatakan Snowden berada di pesawat Morales. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
