Logo Header Antaranews Sumbar

Warga Agam Datangi BPS Pertanyakan Data BLSM

Senin, 8 Juli 2013 02:57 WIB
Image Print

Lubukbasung, (Antara) - Puluhan warga Jorong Lima, Nagari Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Senin mendatangi kantor Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk mempertanyakan kenapa mereka tidak memperoleh Bantuan Langsung Sosial Masyarakat (BLSM). Salah seorang warga, Musrizal (56), di Lubukbasung, Senin, mengatakan, dirinya beserta warga lainnya ke kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Agam, untuk menanyakan kenapa mereka tidak mendapatkan Bantuan Langsung Sosial Masyarakat (BLSM). "Kita ke BPS ini untuk meminta jalan keluar dalam mengatasi permasalahan tersebut," kata Musrizal. Sebelumnya, dirinya sudah mendatangi wali jorong untuk menanyakan masalah tersebut, namun jorong meminta agar mendatangi BPS. Warga lainnya, Pendi (51), menambahkan, warga yang datang ke BPS ini berasal keluarga tidak mampu dengan mata pencarian buruh serabutan, janda dan lainnya. Dengan naiknya harga bahan bakar minyak, imbuhnta, membuatnya kesulitan untuk membeli kebutuhan bahan pokok karena semua bahan kebutuhan pokon tersebut naik. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam, Syofnidal mengatakan, BPS Kabupaten Agam tidak diberi wewenang untuk menambah dan mengurangi kuota BLSM. Namun, tiap kecamatan telah dibentuk tim penerima pengaduan masalah ini dan bagi masyarakat tidak mendapatkan bantuan diminta melaporkan ke kantor camat. Ia menyebutkan, penerima BLSM ini merupakan data yang dilakukan BPS Kabupaten Agam pada 2011 dengan jumlah sebanyak 37.894 kepala keluarga. Mereka ini terdiri dari penduduk sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin. "Data ini kita serahkan ke BPS RI dan langsung diserahkan kepada Tim Nasional Percepatan Penangulangan Kemiskinan (TNP2K)," katanya. TNP2K melakukan verifikasi dengan melibatkan kecamatan setempat dan BPS tidak mengetahui berapa jumlah kuota BLSM di Kabupaten Agam, katanya. (**/ari)



Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026