Logo Header Antaranews Sumbar

Penari Tiang Beraksi di Jalan Raya Polandia

Senin, 8 Juli 2013 12:31 WIB
Image Print

Lodz, Polandia, (Antara/AFP) - Tiga orang penari tiang di Polandia mempertontonkan kebolehan, melenggak-lenggokkan kaki di tiang rambu-rambu di sudut jalan sehingga mengejutkan dan membuat takjub orang-orang yang lewat. Berbusana kaos oblong warna merah muda-neon dan sepatu boot hitam, mereka beraksi pada siang hari di pusat kota Lodz baru-baru ini, sementara seorang perempuan berekor kuda dengan telanjang kaki memeriksa jalan di sekitarnya guna memastikan tidak ada pecahan gelas di tempat tersebut. "Gaya apa ya untuk memulai? kaya katak, kalajengking atau Perempuan Asing," tanya Karolina Kicinska(25)kepada mitranya sesama penari tiang. Trio penari itu mula-mula mengayunkan tubuh mereka mengelilingi tiang-tiang untuk pengambilan foto bagi studio Avocado milik mereka, namun setelah mendapat perhatian yang baik dari para penonton, mereka memutuskan untuk melakukan atraksi itu secara tetap. "Tari tiang biasanya dikaitkan dengan tarian erotis, klab penari strip dan tari go go ... melalui tari tiang-jalanan kami ingin membongkar pandangan stereotipi tersebut," kata Kicinska, yang sangat bersemangat dan ingin mendapat penonton lebih banyak. "Tari tiang adalah jenis olahraga bahkan seni dan kombinasi antara akrobatik, senam dan fitnes. Diperlukan banyak kekuatan dan keluwesan,"gadis bertubuh tinggi dan rambut coklat kemerahan itu menambahkan. Kicinska adalah mahasiswa bioteknologi molekular di universitas Medikal, Lodz. Beberapa tahun lalu pertunjukkan seni tari tiang dari Amerika Serikat dan Australia melanda Polandia meskipun masih ada cap kurang baik. Para penari perempuan berlatih secara tetap pada umumnya di ruang tertutup dan setidaknya sekali dalam seminggu mereka tampil di luar studio, di kota pekerja yang dijuluki Manchester-nya Polandia. "Pada musim dingin, musim gugur dan awal musim semi kami tidak tampil di jalanan karena udara dingin dan hujan," ujar Iwona Drzymala(24) seorang penari berpendidikan. Setelah melakukan pemanasan dan peregangan,lompat-lompat, mereka beraksi menari tiang selama satu jam untuk satu tarian. Tubuh mereka berayun di seputar tiang, bergantung terbalik, mengangkang dan menyilangkan kaki, mengandalkan otot kaki dan perut. "Jauh lebih mudah menari di studio karena tiangnya terbuat dari besi anti karat dengan krom, mulus dan memudahkan gerakan," kata Drzymala, yang menaburkan bedak di telapak tangannya. Tidak demikian dengan tiang rambu. Seringkali sudah tua dan berkarat, catnya mengelupas, bisa membuat tangan beset. Ukurannya juga berbeda-beda sehingga harus pandai-pandai memainkannya agar tetap bagus. Ukuran diameter tiang yang bagus adalah sekitar empat-lima sentimeter, sementara tiang rambu biasanya lebih tebal dan kasar. "Itulah sebabnya kami pulang dengan tubuh penuh goresan dan lecet-lecet, juga pada tangan dan kaki telanjang kami, kata Kicinska yang sudah menjadi penari tiang sejak dua tahun dan kini menjadi pengajar juga. Selain Polandia, tari tiang sekarang sedang melanda banyak tempat dari Mexico City hingga London, membuat orang=orang terkesima sekaligus melongo. "Mereka amat menakjubkan, sungguh menakjubkan," kata seorang penonton, Stanislawa Sztuc, seorang pensiunan yang sengaja berhenti untuk menyaksikan tari tiang-jalanan dalam perjalanan pulang setelah berbelanja kebutuhan rumah-tangga. "Akrobat di tiang rambu! kenapa tidak. Ini sungguh asli, menarik perhatian," kata seorang pelajar Konrad Chachula. "Tapi ini juga bisa berbahaya bagi pengemudi yang mungkin menjadi bingung," katanya, matanya terpaku pada senyum perempuan di tiang rambu keamanan. Sejauh ini tidak ada masalah, tutur Kicinska yang mendapat klakson dari truk pemadam kebakaran yang dianggap menyetujui atraksinya itu. "Kami mendapat sambutan yang sangat meriah, orang bertepuk tangan dan memuji kami." katanya dan menambahkan bahwa penegak hukum belum melakukan larangan. Ia berbicara terlalu dini. Dalam satu jam, trio penari itu telah menarik perhatian dua petugas polisi yang menanyakan apakah mereka memiliki izin untuk berputar-putar di tiang rambu tersebut. "Tapi kami tidak berbuat kesalahan," protes Kicinska. "Kami tidak merusak tiang rambu," Petugas kemudian mencatat nama mereka, menerbitkan surat peringatan dan menghentikan pertunjukkan --hanya hari itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026