Logo Header Antaranews Sumbar

BMKG: Titik Api Riau Kembali Bermunculan

Rabu, 3 Juli 2013 13:32 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Pekanbaru, (Antara) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan satelit pemantau cuaca dan panas bumi (NOAA) kembali mendeteksi pertumbuhan titik api di Riau meningkat dibandingkan sebelumnya. "Sebelumnya hanya ada tujuh titik dan sekarang meningkat jadi 14," kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Warih Budi Lestari kepada Antara di Pekanbaru, Rabu. Data BMKG menyebutkan, tujuh titik kebakaran lahan sebelumnya (Selasa 2/7 pagi) berada di Kabupaten Rokan Hilir tiga titik, kemudian Indragiri Hulu (1 titik), serta Siak (2) dan Bengkalis ada sebanyak 1 titik. Sementara pada Rabu (3/7) pagi, titik panas yang diindikasi sebagai peristiwa kebakaran lahan bertambah menjadi 14 titik yang berada di Kabupaten Bengkalis (4 titik), Rokan Hulu (4), Rokan Hilir (3), serta Siak (3). Hasil operasi udara dan darat oleh tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan melibatkan TNI/Polri serta masyarakat peduli api dari Manggala Agni pada Selasa (2/7) telah berhasil memadamkan sejumlah titik kebakaran lahan, terutama untuk wilayah Indragiri Hulu. "Upaya pemadaman masih terus dilakukan namun polanya kali ini berbeda. Hanya mengerahkan kekuatan dari jalur darat. Sementara udara hanya melakukan survei dan sesekali saja melakukan 'water bombing'," kata juru bicara BNPB, Dr Agus Wibowo. Kegiatan Satgas Darat hari ini, demikian Agus, yakni melaksanakan sosialisasi dan pemantauan serta pemadaman asap di beberapa titik. Operasi pemadaman titik api dan asap kata dia, juga dilaksanakan berdasarkan temuan pada saat pelaksanaan patroli, laporan dari masyarakat, hasil pemetaan "hotspot "dari BNPB. "Awalnya ditargetkan hari ini titik api sudah nihil, namun ternyata bertambah. Kemungkinan disebabkan cuaca kembali panas dan pertumbuhan awan kembali minim," katanya. Komandan Pos Komando Tanggap Darurat bencana Kabut Asap Provinsi Riau, Brigjen TNI Teguh Rahardjo mengatakan, upaya pasukan darat masih terus bekerja untuk menanggulangi masalah kebakaran lahan dan kabut asap di berbagai wilayah kabupaten dan kota. "Selagi masih ada api atau asap, anggota masih terus bekerja untuk melakukan upaya pemadaman dengan dibantu masyarakat," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026