Logo Header Antaranews Sumbar

Solok Susun Roadmap Pembangunan Desa Tertinggal

Selasa, 6 November 2012 21:28 WIB
Image Print

Arosuka, Sumbar, (ANTARA)- Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat tengah menyusun rencana kerja secara terperinci dan berkelanjutan sebagai rujukan untuk pelaksanaan pembanguan daerah tertinggal dan penanggulangan kemiskinan. "Roadmap percepatan pembangunan daerah tertinggal dan penanggulangan kemiskinan tersebut akan menjadi rujukan bagi tiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) untuk penyelesaian kegiatan pembangunan daerah," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat Taufik Effendi di Arosuka, Selasa. Menurut dia, dengan adanya rencana kerja yang terperinci tersebut semua pihak yang terlibat dalam pengentasan daerah tertinggal dan kemiskinan akan bisa lebih efektif dalam melaksanakan program-program yang akan direalisasikan. "Seperti contoh, Dinas Pekerjaan Umum bisa memanfaatkannya sebagai acuan untuk pembangunan infrastruktur jalan, begitu juga dengan SKPD lainnya," katanya. Dia menjelaskan, dengan adanya roadmap tersebut setidaknya akan bisa memacu kinerja pemkab setempat dalam upaya menuntaskan pembebasan 24 dari 74 nagari (desa adat) yang tertinggal hingga tahun 2015. "Ini sangat dibutuhkan sebagai acuan, sehingga ketika adanya bantuan pusat, berbagai program untuk pengentasan nagari tertinggal bisa dilaksanakan dengan tepat sasaran," katanya. Dia menjelaskan, pengentasan nagari tertinggal tersebut merupakan agenda prioritas pemkab setempat sebagaimana yang telah tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Solok 2010-2015. "Semenjak tahun 2010 kita telah menghabiskan dana Rp30 miliar untuk program pengentasan nagari tertinggal, pada 2013 mendatang direncanakan akan menerima bantuan pusat sebesar Rp40 miliar," katanya. Lebih lanjut Taufik Effendi menyampaikan, terkait dengan pengentasan kemiskinan juga menjadi program unggulan pemkab setempat hingga tahun 2015. Dia menegaskan, pihaknya akan terus berupaya mendorong masyarakat setempat untuk terbebas dari kemiskinan, sehingga pada tahun 2015 angka kemiskinan bisa di bawah 8 persen dari total jumlah penduduk. "Berdasarkan data Badan Pusat Statistik angka kemiskinan di Kabupaten Solok tahun 2008 mencapai 13,43 persen. Jumlah ini berkurang pada tahun 2009 menjadi 12,15 persen. Data menggembirakan terlihat pada tahun 2011, kemiskinan berkurang 2,75 persen yaitu 9,4 persen, dan hingga tahun 2015 kita targetkan di bawah 8 persen," ujarnya. (**/lif/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026