Bukittinggi (ANTARA) - Kawasa Pasar Aur Tajungkang, Surau Gonjong, Bukittinggi, Sumatera Barat telah selesai dibersihkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Bukittinggi pascakebakaran yang melanda lokasi tersebut beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah, seluruh sisa reruntuhan dan puing dari musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Aur Tajungkang selesai kita bersihkan untuk selanjutnya akan dilakukan pembangunan kembali.Pekerjaan pembersihan dilakukan dari Jumat (19/11) hingga Sabtu ini," kata Kepala Dinas PUPR Kota Bukittinggi, Rahmat AE di Bukittinggi, Sabtu.
Pekerjaan pembersihan di lokasi kebakaran yang menghabiskan kios sebanyak 28 petak itu menggunakan beberapa alat berat dan tidak mengalami masalah dalam pelaksanaannya.
"Kita turunkan beberapa truk dan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan, seluruh puing dan sisa reruntuhan dibersihkan setelah disetujui bersama pedagang," kata dia.
Sekdako Bukittinggi, Martias Wanto yang ikut mendampingi proses pembersihan menjelaskan proses pembersihan dilakukan setelah tim dari kepolisian melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran itu terjadi.
“Sejak beberapa hari ini, kita sudah mulai bersihkan sisa sisa puing dari kebakaran Pasar Aur Tajungkang untuk salah satu langkah percepatan agar pembangunan kembali segera dilaksanakan,” kata Martias Wanto didampingi Plt. Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Syanji Faredi.
Sekda menambahkan, sesuai arahan Wako, pembangunan kembali puluhan kios yang terkena dampak kebakaran itu, akan segera dilaksanakan setelah pembersihan selesai.
"Prosesnya juga tidak jauh beda dari penanganan kebakaran Pasar Bawah lalu, kita tergetkan pembangunannya semi permanen dan dapat diselesaikan 20-30 hari setelah pembersihan, malalui dana tanggap darurat agar pedagang bisa segera kembali beraktifitas,” kata dia.
Pasar Aur Tajungkang mengalami musibah kebakaran pada Selasa (16/11) pagi yang menghabiskan kios milik pedagang yang mayoritas menjual pakaian bekas.
Pedagang kemudian menyepakati menunggu perbaikan tempat mereka berjualan dan tidak menginginkan adanya kios penampungan sementara.
Kerugian dari musibah itu diperkirakan mencapai Rp500 Juta dan hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran.
