
Kerry Hubungi Netanyahu Lagi dalam Perjalanan ke Asia

Bandar Seri Begawan, Brunei, (Antara/AFP) - Menteri Luar Amerika Serikat John Kerry pada Senin tiba untuk kunjungan singkat di Brunei untuk pertemuan keamanan Asia setelah berbicara lagi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai upaya menghidupkan kembali perundingan perdamaian. Kerry menunda keberangkatannya ke pertemuan kelompok ASEAN di Brunei sehari setelah melakukan tugas ulang-alik berhubungan dengan Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmud Abbas dengan harapan kedua pihak itu memulai kembali pembicaraan perdamaian setelah hampir tiga tahun terhenti. Kerry, yang melaporkan kemajuan tetapi tidak ada terobosan selama pembicaraan mendalam empat hari, berbicara lagi kepada Netanyahu melalui telepon selama lebih dari 12 jam di udara antara Tel Aviv dan Brunei, kata seorang pejabat AS. Diplomat tertinggi AS itu akan menuju langsung ke pembicaraan di Brunei dan berencana untuk mengadakan serangkaian pertemuan bilateral termasuk dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Sengketa maritim China dengan negara-negara Asia lainnya menjadi persoalan berat pada pembicaraan Brunei. Kerry akan mengadakan pertemuan segitiga Senin malam dengan menteri luar negeri Jepang dan Korea Selatan, dua sekutu dekat AS yang sering mengalami hubungan tegang dan memburuk tahun ini atas isu-isu yang berkaitan dengan sejarah kolonial. Seorang pejabat AS, berbicara kepada AFP menjelang perjalanan, mengatakan bahwa Kerry akan mencoba untuk menemukan cara kerja sama tiga arah namun mengindikasikan bahwa ia tidak akan berusaha untuk menengahi secara emosional atas tuduhan sengketa sejarah antara Seoul dan Tokyo. Salah satu pertemuan yang Kerry amati ketat dalam pertemuan akan berlangsung pada Selasa ketika ia bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Rusia adalah pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, sementara Kerry telah bekerja sama dengan negara-negara Arab Teluk untuk meningkatkan bantuan kepada oposisi. Kerry dan Lavrov juga memastikan untuk membahas kasus Edward Snowden, mantan kontraktor keamanan pemerintah AS yang diinginkan oleh Washington setelah membocorkan rincian penyelidikan luas tentang komunikasi. Snowden telah menghilang secara misterius di bandara Moskow setelah terbang dari Hong Kong saat ia mencari suaka di Ekuador atau negara berhaluan kiri Amerika Latin lainnya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
