
Legislator Minta TKI Daftar Melalui Lembaga Resmi

Padang, (Antara) - Para calon TKI yang ingin bekerja di luar negeri agar mendaftar pada lembaga resmi atau Dinas Tenega Kerja di kabupaten dan kota setempat, kata anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Poempida Hidayatulloh. Dalam sosialisasi Penempatan dan Perlindungan TKI melalui media tradisional yang diselenggarakan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Kabupaten Sijunjung, akhir pekan, ia mengatakan bahwa calon TKI yang terdaftar ke lembaga resmi itu identitasnya akan tercatat secara rapi. Menurut dia, bekerja ke luar negeri harus siap segalanya, dan yang lebih penting harus terdaftar identitasnya di lembaga resmi daerah masing-masing, sehingga jika ada permasalahan di Luar Negeri akan mudah melacaknya. Pencatatan identitas TKI sebelum berangkat ke luar nageri suatu tahapan yang penting dan harus dilalui, sehingga jika TKI mengalami masalah di negara tempat bekerja mudah dicari datanya dan diselesaikan persoalan yang dihadapi. "Jika tidak terdaftar kita akan sulit mengurusnya dan melindungi para tenaga kerja Indonesia," paparnya. Pemerintah melalui BNP2TKI, lanjut Poempida, saat ini telah memiliki Sistem online TKI yaitu Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN). Dengan sistem tersebut seluruh data TKI tecatat dengan baik dan lengkap, sehingga jika TKI mengalami masalah akan mudah dipecahkan dan diberikan bantuan. Poempida mengucapkan terima kasih Kepada BNP2TKI yang telah melakukan sosialisasi program penempatan dan perlindungan TKI di Kabupaten Sijunjung ini. Ia mengatakan sosialisai tatap muka secara langsung melalui pagelaran seni tradisional merupakan prorgam yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat terutama calon TKI, mantan TKI dan keluarganya. Melalui sosialisasi ini, fungsi penempatan dan perlindungan TKI dapat disampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar tentang prosedur menjadi TKI yang berdokumen. "Jika terbuka pasar dan permintaaan peluang kerja masyarakat bisa memanfaatkannya. Tentu semua itu dilakukan melalui proses dan prosedur yang benar," tuturnya. Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Rohyati Sarosa mengatakan sosialisasi melalui media tradisional BNP2TKI di Kabupaten Sijunjung merupakan kegiatan yang ke 11 dilakukan lembaganya pada 2013. Sebelumnya sosialisasi melalui media tradisional BNP2TKI telah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi, Malang, Tulungagung, dan Ponorogo (Jawa Timur), Pemalang dan Cilacap (Jawa Tengah), Cirebon, Garut, dan Sukabumi (Jawa Barat), Lampung Timur (Lampung). Rohyati menambahkan bahwa Kabupaten Sijunjung merupakan daerah potensial dalam penempatan TKI di Provinsi Sumatera Barat, sebagaimana diketahui, penempatan TKI formal di Sumbar cukup banyak. Kediatan itu selain dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatulloh, Bupati Kabupaten Sijunjung Yuswir Arifin, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Rohyati Sarosa, Kepala Biro Perencenaan dan Administrasi Kerjasama BNP2TKI Yunafri, Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Muklis. Selain itu, juga Kadisosnakertrans Kabupaten Sijunjung Irwandi, Kapolres Kabupaten Sijunjung Sugeng Riyadi, dan tokoh masyarakat setempat, kegiatan ini menyedot perhatian masyarakat karena menampilkan artis Ratu Sikumbang dan Pelawak Mak Itam yang cukup dikenal masyarakat setempat. (*/sir)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
