Logo Header Antaranews Sumbar

Empat Capres Adu Visi di Hadapan FKPPI

Sabtu, 29 Juni 2013 18:00 WIB
Image Print

Surabaya, (Antara) - Empat tokoh yang disebut-sebut bakal maju sebagai calon presiden secara bergantian menyampaikan dan beradu visi sebagai pemimpin di hadapan ribuan kader Forum Komunikasi Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) di Surabaya, Sabtu. Keempatnya masing-masing Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, dan Mantan Panglima TNI Djoko Santoso. Secara bergantian, mereka diberi kesempatan hampir satu jam untuk berbicara di podium yang dikemas dalam "Konsolidasi Keluarga Besar TNI-Polri Sebagai Garda Pengawal Pancasila". Hanya saja, keempatnya tidak dipertemukan bersama, tetapi bergantian antara yang satu dengan lainnya. Kesempatan pertama, Aburizal Bakrie mengaku prihatin dengan semangat nasionalisme yang kurang dimiliki masyarakat, khususnya anak-anak. Ia mencontohkan masih banyaknya siswa yang tidak bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. "Ini hanya contoh terkecil. Saya sering menanyakan ke anak-anak tentang lagu Indonesia Raya, ternyata masih ada yang tidak bisa. Inilah yang harus diubah agar tertanam jiwa nasionalisme," katanya. Kesempatan kedua dan ketiga disampaikan oleh Wiranto dan Prabowo Subianto. Kedua mantan pejabat di lingkungan TNI AD tersebut sama-sama memberikan catatannya kepada pemerintah pusat. Di samping itu, keduanya juga mengaku siap menjadi pemimpin negeri ini ke depan. Wiranto lebih mengingatkan kepada karakteristik pahlawan untuk menginspirasi bangsa Indonesia. Ia memberi contoh Pahlawan Nasional, Wahidin Soediro Hoesoda dan Bung Hatta. Menurut dia, kedua tokoh itu menanamkan sikap cinta Tanah Air serta tidak berpihak kepada bangsa asing. "Bung Hatta pernah mengatakan 'Jadilah Tuan di Negeri Sendiri'. Kalimat itu tidak hanya slogan semata, tetapi lebih membentuk karakter Bung Hatta yang tidak mau melihat rakyatnya jadi pelayan, bukan tuan di negerinya sendiri. Ini yang harus diperbaiki bangsa ini, karena sudah tidak sedikit yang dikuasai asing dan masyarakatnya bukan sebagai tuan," kata mantan Panglima TNI tersebut. Sementara itu, Prabowo Subianto menekankan pada empat tantangan yang akan dihadapi pemimpin ke depan, yakni sumber daya alam yang makin menipis, ledakan populasi penduduk, pemerintahan yang lemah, tidak efisien, dan korupsi merajalela serta struktur ekonomi yang tidak seimbang. "Siapa pun pemimpinnya akan menghadapi empat tantangan tersebut. Karena itulah harus siap dengan dan memiliki solusi untuk menghadapi. Kalau nantinya saya dipercaya, saya siap," kata mantan Pangkostrad tersebut. Kesempatan terakhir disampaikan Djoko Santoso. Ia mengaku bangga dan terharu diberi kepercayaan untuk berbicara di hadapan FKPPI dan berdialog, menerima saran dan masukan. Mantan Panglima TNI itu juga menyosialisasikan ormas yang baru didirikannya, yakni Gerakan Indonesia Asa serta menyampaikan visinya membangun Indonesia ke depan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026