Logo Header Antaranews Sumbar

Netanyahu: Israel Siap Serang Iran Jika Perlu

Selasa, 6 November 2012 12:43 WIB
Image Print
Benjamin Netanyahu

Jerusalem, (ANTARA/AFP) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia siap memerintahkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran "jika perlu". "Saya tentu siap menekan tombol bagi serangan itu jika perlu," kata Netanyahu dalam satu wawancara yang disiarkan televisi Saluran Dua, Senin. "Saya mengharapkan hal itu tidak akan terjadi. Dalam keputusan terakhir, tanggung jawab terletak pada perdana menteri dan selama saya menjadi perdana menteri, Iran tidak akan memiliki bom atom," katanya. "Jika tidak ada jalan lain Israel siap bertindak." Pernyataan perdana menteri Israel itu diucapkan sehari menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat setelah berulang-ulang desakan yang tidak berhasil dari prmerintahnya terhadap pemerintah Presiden Barack Obama untuk menetapkan "garis merah" yang jelas bagi aksi militer terhadap Iran. Pernyataan itu juga dibuat setelah televisi Saluran Dua Ahad mengatakan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barack memberikan perintah tahun 2010 kepada militer untuk mempersiapkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran. Perintah-perintah itu kemudian dibatalkan karena ditentang kepala staf (waktu itu) Letjen Gabi Ashkenzi dan pemimpin Mossad (waktu itu) Meir Dagan, kata televisi tersebut. Israel, seperti halnya AS sekutunya, tetap menolak mengenyampingkan serangan militer untuk mencegah Iran memiliki kemampuan membuat senjata nuklir. Iran membantah tuduhan itu dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk meningkatkan daya listrik dan keperluan medis. Lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman terlibat dalam perundingan dengan Iran tetapi beberapa putaran perundingan gagal membuahkan kemajuan bagi transparansi program nuklirnya. Netanyahu menegaskan Israel "tidak buru-buru melancarkan perang". "Jika kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan tekanan internasional, maka itu adalah lebih baik... Tetapi kita serius. Ini bukan satu unjuk kekuatan," kata perdana menteri itu. Israel, saat-satunya negara Timur Tengah memiliki senjata nujlir yang tidak diumumkan itu, menganggap Iran yang memiliki senjata nuklir sebagai satu ancaman bagi eksistensinya. Ehud Barak mengatakan ia meragukan perundingan-perundingan dapat menyelesaikan krisis nuklir Iran dan memperkirakan Israel mungkin menghadapi satu keputusan apakah akan melancarkan serangan pada tahun 2013. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026