
Harga Karet Lelang di Sumsel Cenderung Turun

Palembang, (Antara) - Harga karet lelang di sejumlah daerah penghasil di Sumatera Selatan selama sepekan terakhir hingga Kamis cenderung bergerak turun dibandingkan sebelumnya, serta antara daerah terjadi perbedaan nilai jual. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Benyamin di Palembang, Kamis, mengatakan berdasarkan data yang diterima pihaknya harga karet melalui pasar lelang antara satu daerah dengan pasar lainnya terjadi perbedaan. Ia mencontohkan, harga karet melalui pasar lelang di Desa Rengat, Kecamatan Banyuasin III Rp9.000 per kilogram, sementara pasar lelang kelompok usaha Kabung di Kecamatan Payraman tercatat Rp9.400 per kg, KUD Serasan di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim tertinggi kisaran Rp11.319 per kg. Menurut Ketua Unit produksi dan pemasaran benih (UPPB) Lavender, Rozi, harga karet lelang UPPB Bina Tani Rp8.500 per kg, UPPB Harapan Kita Rp8.500 per kg. Berdasarkan data tersebut, ternyata harga karet lelang di beberapa daerah di Sumsel selama sepekan terakhir terendah kisaran Rp8.500 per kg, dan tertinggi Rp11.319 per kg. Harga karet giling tipis yang dijual petani melalui pasar lelang Koperasi Unit Desa dan lelang di tingkat petani selama sepekan terakhir cenderung turun, karena disesuaikan dengan nilai beli di tingkat pabrik. Sementara, karet dijual melalui pasar lelang dan KUD tersebut adalah yang dibeli pedagang pengumpul melalui petani di daerah penghasil. Para pedagang pengumpul itu, sebagian menjual karet yang dibeli dari petani ke pasar lelang, karena jumlahnya terbatas belum sebanding bila dibawa ke pabrik di Palembang. Biasanya pedagang pengumpul akan menjual karet yang dibeli dari petani bila jumlahnya sudah mencukupi, minimal sebanyak satu mobil truk antara tiga ton hingga lima ton. Ia menambahkan, karet yang dijual petani tersebut dihasilkan melalui sejumlah perkebunan besar swasta nasional dan asing, serta sebagian diusahakan oleh petani sendiri. Sementara total luas areal perkebunan karet di Sumsel hingga saat ini mencapai kurang lebih satu juta hektare tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
