Logo Header Antaranews Sumbar

Jokowi Setuju Lanjutkan Proyek ITF

Senin, 5 November 2012 18:29 WIB
Image Print
Joko Widodo

Jakarta, (ANTARA) - Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyetujui kelanjutan proyek pembangunan Intermediate Treatment Facilities (ITF) atau pengolahan sampah terpadu di Sunter, Jakarta Utara. "Pak Gubernur sudah setuju untuk melanjutkan proyek ITF, karena ini merupakan proyek besar. Namun saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap audit," kata Eko usai menghadiri rapat bersama Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin. Menurut Eko, proyek ITF tersebut saat ini harus melalui tahap audit terlebih dahulu oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebelum direalisasikan. "Tahap audit ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum menjalankan suatu proyek besar. Jadi, harus dilakukan sesegera mungkin," ujar Eko. Eko mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sengaja menggandeng BPKP sebagai pihak pengawas proyek tersebut karena sebelumnya sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) diantara kedua belah pihak. Sementara itu, Eko menuturkan, penetapan pemenang tender proyek ITF rencananya akan dilakukan pada akhir 2012, sehingga diharapkan proyek tersebut dapat dimulai pada awal 2013 mendatang. "Rencananya, tahap audit dan proses seleksi pemenang tender akan kami lakukan secara bersamaan. Sehingga, bulan Desember kami sudah mengumumkan pemenang tender dan pada Januari kami sudah bisa memulai proyek tersebut," tutur Eko. Sebagai informasi, ada tiga perusahaan yang telah dinyatakan lolos prakualifikasi dalam proyek ITF, antara lain PT Jakarta Green Initiatives (kerjasama dengan Jepang), PT Wira Gulfindo Sarana (kerjasama dengan India) dan PT Phoenix Pembangunan Indonesia (kerjasama dengan Singapura). Namun sayangnya, sampai dengan saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait status ketiga perusahaan tersebut dalam proyek pengolahan sampah terpadu ini. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026