
Lapas Lubukbasung bekali warga binaan mengelas

Lubukbasung, (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memberikan pelatihan pengelasan dan mobiler kepada 32 warga binaan untuk memberikan keterampilan mereka agar sehabis menjalankan masa tahanan bisa membuka usaha secara mandiri dan mampu bekerja di dunia industri.
Panitia Pelaksana Muhammad Niko di Lubukbasug, Senin, mengatakan pelatihan yang diadakan selama 23 hari, 12 Juli sampai 7 Agustus, untuk pengelasan 2F sebanyak 16 orang dan mobiler 16 orang.
Ia mengatakan, pelatihan itu bekerjasama dengan UPT Balai Latih Kerja Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Agam.
Pelatihan itu dalam rangka untuk memberika keterampilan bagi warga binaan di Lapas Kelas IIB Lubukbasung, sehingga setelah habis masa tahanan dapat membuka usaha secara mandiri dan mampu bekerja di dunia industri.
"Pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, semangat dan produktivitas pencari kerja. Mereka mendapatkan sertifikat, baju praktek dan lainnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Lubulbasung, Suroto menambahkan pihaknya berupaya memberikan pelatihan keterapilan bagi seluruh warga binaan.
Sebelumnya, Lapas Kelas IIB Lubukbasung bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Agam, juga mengadakan pelatihan pengelasan 2F bagi 16 warga binaan.
"Pada tahun ini kita menargetkan untuk memberikan pelatihan sekitar 20 persen atau 70 orang dari 316 orang," katanya.
Dengan pelatihan itu, pihaknya berharap warga binaan itu tidak mengulangi perbuatan menyalahi aturan hukum, sehingga tidak masuk lagi ke Lapas.
"Manfaatkan skill itu untuk membuka lapangan pekerjaan dan mencari pekerjaan," katanya.
Asisten III Bidang Adminitrasi Umum Sekretariat Daerah Agam, Junaidi menambahkan pemerintah daerah sangat mendukung untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
"Semenjak 2017 Pemkab Agam melalui UPT Balai Latih Kerja selalu memberikan perhatian kepada warga binaan untuk meningkatkan keterampilannya," katanya.
Pelatihan itu juga merupakan wujud dan komitmen Pemkab Agam dalam melaksanakan misi ke lima RPJMD Agam 2016-2021 dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi sumber daya daerah berbasis pemberdayaan masyarakat yang kreatif dan inovatif.
Ini untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan memgurangi pengangguran, meningkatkan lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan.
"Menyikapi persoalan kemiskinan dan pengangguran, program pendidikan dan pelatihan keterampilan menjadi salah satu strategis yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut," katanya (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
