
Gedung Poliklinik RS Djamil Perlu Rp74 Miliar

Padang, (Antara) - Pembangunan gedung Poliklinik Rumah Sakit Umum (RSUP) M. Djamil Padang terdiri dari empat lantai menelan anggaran sebesar Rp74 miliar. "Anggaran sebesar Rp74 miliar memakai dana Dipa BNPB tahun 2011, sedangkan reonvasi gedung pelayanan medik terpadu menelan dana sebesar Rp60 miliar," kata Direktur RSUP M. Djamil Padang Dr. Aumas Pabuti di Padang, Kamis. Menurut dia, pembangunan gedung Poliklinik seluas 13.513 M2 empat lantai telah dimulai sejak tahun 2012, gedung Poliklinik yang rubuh tersebut dibangun kembali, lebih besar dan luas. "Pihaknya bersyukur pembangun gedung siap dikerjakan sehingga pelayanan rawat jalan di Poliklinik dapat dilakukan secara maksimal. Selain itu ruangan Instalasi Gawat Darut (IGD) juga telah selesai direhab," ujar dia. Gedung poliklinik RSUP M. Djamil Padang juga terdapat shelter untuk evakuasi masyarakat maupun pasien jika terjadi gempa disusul tsunami. "Kami akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien, jika keluarga pasien ada keluhaan terhadap pelayanan diminta untuk melaporkan kepada unit pelayanan rumah sakit," ujar Dr. Aumas Pabuti. Dia mengatakan, RSUP M. Djamil Padang akan mempersiapkan diri menuju rumah sakit berkelas dunia (World Class Hospital). "Tahap awal yang akan dilakukan untuk mencapai rumah sakit kelas dunia adalah menganalisa, mempelajari dan memenuhi persyaratan yang terdiri dari 116 standar dan 1193 item yang harus dipenuhi," kata dia. Menurut dia, sumber daya manusia di RSUP M. Djamil tidak kalah dengan yang di luar negeri, yang mempunyai dokter dan tenaga medis yang berkualitas. "Namun dokter tentu harus ditunjang dengan peralatan, itu yang harus kita usahakan," ungkap dia. World Class Hospital, tambah Aumas Pambuti sangat menguntungkan bagi pasien. Salah satu syaratnya yaitu menekan seminimal mungkin angka kematian pasien (safety patient). Untuk menekannya, sarana pengobatan jelas jadi acuan. "Rumah sakit yang sampai pada tahap itu akreditasinya mesti A," ujar dia. Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyatakan RSUP M Djamil terus meningkatkan pelayanannya pada masyarakat. Peningkatan pelayanan itu dapat diwujudkan melalui reformasi moral dan peningkatan etika moral. Peningkatan pelayanan itu dapat dilakukan pada saat pasien mendaftar, mendapatkan obat-obatan maupun ketika berada dalam ruangan, kata dia. Menurut dia, jika RSUP M. Djamil Padang menuju WCH, ada sejumlah kreteria yang harus dilakukan yakni standardisasi tenaga medis, sarana dan prasana seperti gedung. Kemudian, peralatan medis dan teknologi medis. "Sistem informasi di rumah sakit juga harus ada. Selanjutnya, ada rasio antara jumlah pasien dengan jumlah dokter. Bahkan, standar minimal peralatan juga ada," katanya. Kunci utama untuk mencapai standar Rumah Sakit kelas dunia adalah perbaikan fisik dan peralatan medis."Saat ini rumah sakit terbesar di Sumbar ini akan mempersiapkan infrastruktur berupa bangunan dan peralatan yang memadai," jelas Irwan Prayitno. (*/zon)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
