
Sampoerna Serap 4.500 Tenaga Kerja di Jember

Jember, (Antara) - PT HM Sampoerna Tbk menyerap sekitar 4.500 tenaga kerja melalui peresmian pabrik sigaret kretek tangan di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis. "Pabrik baru sigaret kretek tangan (SKT) ke-7 yang dimiliki Sampoerna di Jember diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 4.500 orang," kata Presiden Direktur Sampoerna Paul Janelle. Menurut dia, pabrik baru tersebut melambangkan tradisi SKT Sampoerna yang telah mampu bertahan satu abad berkat visi keluarga Sampoerna, investasi pada karyawan dan fasilitas produksi, terutama di Jatim. "Sampoerna sangat berkomitmen terhadap usaha sigaret kretek tangan yang mempekerjakan puluhan ribu tenaga kerja," tuturnya. Pabrik baru yang terletak di kilometer 24 jalur Jember-Banyuwangi dibangun di lahan seluas lebih dari 23.000 meter persegi yang akan memproduksi Dji Sam Soe dengan produksi sekitar 3,2 miliar batang rokok setahun. Pabrik rokok tersebut juga memakai alat linting Gilingan Tanpa Pesut (GTP) yang merupakan alat baru yang kini dipakai oleh Sampoerna dalam memproduksi SKT karena lebih efektif, bisa menghasilkan 410 batang rokok per jam. Head of Stakeholders and Regional Relations Sampoerna, Henny Susanto, mengatakan pabrik baru tersebut akan mendorong efek berantai yang menumbuhkan usaha dan jasa lain, serta mendorong pembangunan ekonomi di Kabupaten Jember. "Masyarakat sekitar juga akan memetik manfaat dari program tanggung jawab sosial Sampoerna, antara lain di bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan dan penanganan bencana, serta bantuan layanan kesehatan bagi masyarakat," paparnya. Sebagian program-program "Corporate Social Responsibility" (CSR) Sampoerna di Jember antara lain pemberian bea siswa kepada 180 siswa sekolah menengah atas (SMA), program pengembangan profesionalitas untuk 380 guru, dan pemeriksaan medis bagi lebih dari 500 petani tembakau dan keluarganya. Bupati Jember MZA Djalal mengaku senang dengan peresmian pabrik rokok tersebut karena selama ini Jember menjadi pemasok tembakau untuk pabrik-pabrik rokok dan cerutu di dalam dan luar negeri. "Sebagai kota tembakau, sudah selayaknya industri semacam ini didirikan di Jember,"katanya. Ia berharap Sampoerna juga tidak melupakan tanggung jawab sosialnya untuk masyarakat setempat. "Pemkab Jember berharap program CSR Sampoerna ikut berperan terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan Jember, khususnya keluarga petani tembakau," ujarnya. Informasi yang dihimpun, nilai investasi pabrik yang berada di Desa Garahan mencapai Rp386 miliar dan rencana kapasitas produksi per tahun sebanyak 3,2 miliar batang atau senilai Rp2,9 triliun. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
