Logo Header Antaranews Sumbar

Pasukan Nigeria Tangkap Dalang Pembunuhan 12 Polisi

Sabtu, 8 Juni 2013 07:12 WIB
Image Print

Yenagoa, Nigeria, (Antara/Reuters) - Orang yang diduga mendalangi serangan di wilayah penghasil minyak Delta Niger pada April yang menewaskan 12 polisi telah ditangkap, demikian diumumkan militer Nigeria, Jumat. Sebuah kapal polisi yang mengawal warga menuju tempat pemakaman di Bayelsa, negara bagian tempat asal Presiden Goodluck Jonathan, diserang pada 5 April oleh orang-orang bersenjata yang berusaha membunuh mantan komandan mereka karena ia tidak memberikan gaji mereka sesuai dengan program amnesti pemerintah. "Tersangka di depan anda adalah Jackson Fabouwei. Ia dalang tindakan pengecut pada 5 April," kata Faroqu Yahaya, kepala staf satuan tugas gabungan militer Delta Niger, kepada wartawan. "Ia ditangkap pada 6 Juni... berkat upaya-upaya pengumpulan informasi intelijen yang cermat. Tersangka akan diserahkan kepada polisi untuk penyelidikan penting lebih lanjut," tambahnya. Serangan tersebut sempat meningkatkan kekhawatiran mengenai kembalinya kekerasan di Delta Niger, ketika militan menyerang instalasi-instalasi minyak yang pada puncaknya membuat produksi minyak mentah Nigeria sebagai anggota OPEC berkurang hingga separuh pada 2006. Namun, kekerasan itu tidak berulang, dan menurut para analis, pembayaran lumayan yang diterima oleh para komandan militan mungkin bisa membuat Delta Niger tetap tenang. Pada Juni 2009, almarhum Presiden Nigeria Umaru Yar`Adua melakukan salah satu upaya paling serius untuk mengendalikan kerusuhan yang membuat Nigeria gagal memproduksi lebih dari duapertiga kapasitas minyaknya, sehingga negara itu rugi milyaran dolar, dengan menawarkan amnesti tanpa syarat kepada gerilyawan. Lebih dari 15.000 gerilyawan di daerah penghasil minyak Delta Niger dikabarkan telah menyerahkan senjata mereka dan menerima pengampunan tanpa syarat berdasarkan program presiden tersebut. Program amnesti tawaran Yar`Adua itu, yang diberlakukan dari 6 Agustus hingga 4 Oktober 2009, bertujuan melucuti senjata militan, mendidik dan merehabilitasi militan dan penjahat di Delta Niger. Delta Niger sejak 2006 dilanda kerusuhan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang menyatakan berjuang untuk pembagian lebih besar dari kekayaan minyak di kawasan itu bagi penduduk setempat. Kerusuhan itu telah menurunkan ekspor minyak Nigeria menjadi 1,8 juta barel per hari, dari 2,6 juta barel. Geng-geng kriminal juga memanfaatkan keadaan kacau dalam penegakan hukum dan ketertiban di wilayah itu. Lebih dari 200 warga asing diculik di kawasan delta tersebut dalam dua tahun terakhir. Hampir semuanya dari orang-orang itu dibebaskan tanpa cedera. Nigeria adalah produsen minyak terbesar Afrika namun posisi tersebut kemudian digantikan oleh Angola pada April tahun 2008, menurut Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026