Logo Header Antaranews Sumbar

Pasukan Nigeria Lari ke Kamerun Khawatir Diserang Boko Haram

Selasa, 26 Agustus 2014 12:41 WIB
Image Print

Yaounde, Antara/AFP) - Ratusan tentara Nigeria lari memasuki perbatasan Kamerun karena khawatir terhadap serangan dari kelompok Boko Haram, kata sumber-sumber keamanan Kamerun kepada AFP, Senin. "Sekitar 500 tentara Nigeria mengungsi ke pinggir utara Kamerun, Ahad," kata seorang perwira polisi yang bertugas di daerah itu. "Mereka lari karena khawatir akan serangan Boko Haram." "Mereka dengan seluruh senjata mereka (diangkut dalam truk-truk dan kendaraan-kendaraan lapis baja)," tambah perwira yang tidak bersedia namanya disebutkan. Boko Haram telah meningkatkan kemampuan mereka untuk menyerang yang mereka inginkan di Nigeria Timurlaut, di mana mereka ingin mendirikan satu negara Islam, dan nampaknya tidak banyak menghadapi perlawanan dari militer. Dalam pekan-pekan belakangan ini kelompok itu mengaku telah merebut beberapa kota dan pada Senin melakukan satu serangan di kota perbatasan Gamboru Ngala, menyebabkan ribuan warga melarikan diri melintasi perbatasan itu. Tentara kabarnya termasuk di antara warga yang melarikan diri, kata penduduk kota itu. Tentara-tentara Kamerun dikerahkan ke perbatasan itu pada Senin untuk mencegah gerilyawan memasuki kota Fotokol. Perwira polisi itu mengatakan sejumlah tentara yang tiba Ahad ditempatkan di Ashigshya dan memasuki negara bagian Borno untuk bergabung dengan rekan-rekan mereka di Kerawa. Tetapi mereka terpaksa kembali ke wilayah Kamerun karena Kerawa digempur. Ia menambahkan bahwa pasukan itu dibawa ke ibu kota daerah Kamerun utara, Maroua, dan sedang menuju Nigeria. Seorang pejabat Kamerun melalui telepon mengatakan bahwa "lebih dari 450 tentara Nigeria telah ditampung di Kamerun tetapi menolak memberi komentar lebih jauh. Militer Nigeria sebelumnya membantah pernyataan-pernyataan bahwa tentara-tentara itu melarikan diri dan mengatakan mereka "ditugaskan di perbatasan-perbatasan dalam satu manuver taktik" dan mereka baru tahu berada di bumi Kamerun. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026