Logo Header Antaranews Sumbar

Kemlu Rusia Kecam Keberlanjutan Tekanan AS Kepada Suriah

Sabtu, 3 November 2012 09:40 WIB
Image Print

Moskow, (ANTARA/SANA-0ANA) - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich Jumat mengecam seruan Barat untuk membentuk pemerintah Suriah di luar negeri, dan memperingatkan bahwa langkah tersebut akan mendorong oposisi melanjutkan kegigihan mereka untuk menggulingkan pemerintah Suriah. Lukashevich mengatakan bahwa para pejabat AS mengumumkan, mereka tidak berniat untuk menunggu perubahan sikap Rusia dan China, yang menyiratkan bahwa Washington ingin menyelesaikan krisis Suriah hanya sesuai dengan kondisi, dan pada saat yang sama AS mengumumkan bermaksud untuk terus menekan pemerintah Suriah melalui sanksi-sanksi yang lebih sengit. Washington juga akan membuat perintah langsung kepada oposisi Suriah untuk membentuk pemerintah di luar negeri, dan AS mendikte siapa yang harus bergabung dan pencalonan nama-nama. Dia mengatakan bahwa pernyataan seperti itu merupakan pernyataan terlarang yang mengejutkan dan mengkhawatirkan, karena sikap AS ini mendorong oposisi untuk melanjutkan pertempuran sepanjang jalan guna menjatuhkan negara Suriah, dan bertentangan dengan kesepakatan Jenewa. Lukashevich mencatat bahwa deklarasi Jenewa memberikan insentif kepada semua pihak untuk mengakhiri kekerasan dengan cepat dan nama-nama perunding untuk meluncurkan proses politik yang penting guna mempengaruhi perubahan demokrasi sejati di Suriah sesuai dengan aspirasi rakyat Suriah. Dia mengatakan bahwa Moskow sangat prihatin atas pernyataan-pernyataan itu, lebih daripada pernyataan Jenewa untuk membentuk pemerintahan transisi melalui dialog, dan mereka anggap ini satu langkah baru untuk merusak teks dan semangat perjanjian Jenewa. Lukashevich mencatat bahwa Rusia, yang masih bekerja tekun dengan pemimpin Suriah serta kelompok-kelompok oposisi untuk melaksanakan deklarasi Jenewa, menegaskan kembali semua pemain asing agar melakukan bagian mereka sendiri dan meyakinkan pemerintah Suriah untuk bersatu mengadakan dialog dengan pihak yang berwenang. Dia menegaskan bahwa Moskow mengulangi penekanannya mengenai prinsip mendukung penyelesaian damai masalah di Suriah dalam proses politik yang melibatkan rakyat Suriah sendiri. "Perundingan tersebut dapat diselenggarakan secara terpisah dari pembicaraan soal kandidat tunggal," kata ketua komite demokratisasi ekonomi partai. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026