Puluhan wartawan nikmati jeruk di Ladang Ateh Palupuh Agam

id berita agam, berita sumbar, jeruk,jamboree jurnalistik

Puluhan wartawan nikmati jeruk di Ladang Ateh Palupuh Agam

Peserta Jambore Jurnalistik, Muhammad Khudri sedang memetik jeruk di Ladang Ateh, Jorong Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Minggu (24/1) (Antara/Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Puluhan wartawan peserta Jambore Jurnalistik di Bumi Perkemahan Tusiang Pasa Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menikmati jeruk di lahan perkebunan warga setempat di Ladang Ateh, Jorong Palupuh, Minggu (24/1).

Salah seorang peserta, Muhammad Khudri di Lubukbasung, Minggu, mengatakan pihaknya beserta wartawan lainnya memetik sembari menikmati jeruk di lahan warga tersebut.

"Kami memetik jeruk di kebun yang disediakan panitia Jambore Jurnalistik," katanya.

Ia menambahkan, seluruh peserta, panitia dan warga menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 45 menit.

Peserta ke lokasi dengan jalan kaki sembari menikmati keindahan alam yang dimiliki Ladang Ateh, Jorong Palupuh.

"Lokasi alam sangat indah, namun yang tinggal pengembangan tanaman buah-buahan yang bisa dipanen langsung, karena hanya ada jeruk, pisang dan alpokat," katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arfin, menambahkan petik buah itu merupakan rangkaian kegiatan selama Jambore Jurnalistik.

"Di lokasi lahan jeruk, kita menyediakan hidangan yang langsung dimasak oleh warga sekitar," katanya.

Lahan perkebunan di Lahan Ateh itu seluas 219 hektare dengan ketinggian sekitar 814 Meter Di Atas Permukaan Laut (MDPL).

Dari 219 hektare itu, tambahnya, sekitar 12 hektare lahan jeruk yang sudah siap panen dan sisanya lahan perkebunan pisang.

Hasil jeruk itu sekitar Rp10 juta setiap minggu dan pemasarannya ke Kota Bukittinggi, Pakanbaru, Palembang dan lainnya.

Ke depan, pihaknya mendorong Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar membuat pengolahan jeruk dan jalan usaha tani, agar pengunjung dan petani dengan mudah ke lokasi atau membawa hasil perkebunan.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar