Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi: Pemberontak Maois Bunuh 23 Orang di India Tengah

Minggu, 26 Mei 2013 17:51 WIB
Image Print

Raipur, India, (Antara/AFP) - Sekelompok pemberontak pengikut faham Mao bersenjata berat dan diperkirakan berjumlah hampir 300 orang membunuh sedikit-dikitnya 23 orang dalam serangan terhadap iringan pemimpin dan pendukung partai Kongres di India tengah, kata kepolisian pada Ahad. Serangan ranjau darat dan senjata pada pada Sabtu itu merupakan yang paling mematikan dalam konflik pemberontak dengan pemerintah tiga tahun belakangan di hutan India tengah dan timur. Ketua Partai Kongres Sonia Gandhi bersama Perdana Menteri Manmohan Singh bergegas ke Raipur, ibu kota negara bagian Chhattisgarh, setelah penghadangan itu terjadi. Sonia mengutuk apa yang disebutnya "tindakan pengecut" oleh kelompok Maois. "Ini bukan serangan atas Kongres atau para pemimpinnya tetapi serangan atas nilai-nilai demokratik," kata dia kepada para pekerja partai Kongres setelah mengunjungi mereka yang cedera, menurut kantor berita India, PTI. Ketua partai Kongres negara bagian itu, Nand Kumar Patel dan puteranya Dinesh, dan mantan Menteri Dalam Negeri Chhattisgarh, Mahendra Karma --yang telah membentuk grup anti-Maois pada 2005-- termasuk di antara mereka yang meninggal dalam serangan tersebut di kawasan pinggiran negara bagian itu. "Jumlah mereka yang meninggal seluruhnya hingga saat ini mencapai 23 orang. Kami juga sampaikan bahwa 32 orang menderita luka-luka, sebagian besar cedera serius," kata Direktur Jenderal Kepolisian Chhattisgarh, Ramniwas, kepada AFP. Mantan Menteri Federal Vidya Charan Shukla menderita cedera serius dan diterbangkan ke New Delhi, kata Rahul Gandhi, yang terbang ke Raipur Sabtu malam. Shukla, yang berusia 84 tahun, dirawat oleh tim dokter di satu rumah sakit swasta di pinggiran New Delhi. Para pemberontak meledakkan ranjau darat yang sudah ditanam sebelum melepaskan tembakan ke arah konvoi para pekerja dan pemimpin partai Kongres. Mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah kampanye politik, kata kepolisian. Sedikit-dikitnya lima personel kepolisian meninggal dalam serangan di kawasan Jagdalpur, distrik Bastar, 375 kilomter sebelah selatan Raipur. "Ketika mobil rombongan kami mencapai satu tikungan, kelompok Naxal mulai menembaki," kata seorang pekerja Kongres yang menderita luka. Dia menyebut pemberontak NDTV yang dikenal dengan nama Naxalites. "Dua mobil meledak dan penembakan berlanjut selama hampir satu setengah jam. Banyak yang meninggal dan banyak yang menderita cedera akaibat terjangan peluru. Sebagian di antara kami tiarap di jalan untuk menyelamatkan diri." PM Singh, yang melukiskan kelompok Maois ancaman keamanan internal paling serius di India, mengatakan penghadangan itu memacu perang melawan para eketrimis. "Mereka yang meninggal dalam serangan barbar itu merupakan martir demokrasi," katanya setelah mengunjungi mereka yang luka-luka di rumah sakit Ahad. "Kami bertekad memerangi ektrimis Naxal. Nyawa mereka jangan percuma." Para pemberontak Maois telah bertempur sejak 1967. Mereka menuntut lahan dan pekerjaan untuk orang-orang miskin dan ingin mendirikan masyarakat komunis dengan menumbangkan apa yang mereka sebut beentuk pemerintahan "semikolonial, semifeudal" India. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026