
Bentrokan Kolombia Tewaskan Lima Pemberontak dan Polisi

Bogota, (Antara/AFP) - Pemberontak Marxis FARC dan polisi bentrok di berbagai daerah di Kolombia pada Selasa, dalam aksi kekerasan yang menewaskan lima gerilyawan dan seorang polisi tewas, kata pihak berwenang. Kerusuhan mematikan mengancam akan membayangi dimulainya kembali pembicaraan damai antara pemerintah Kolombia dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang diadakan di Havana. FARC - Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia - adalah kelompok gerilyawan kiri terbesar di negara itu dan telah melancarkan pemberontakan sejak tahun 1964 sehingga menjadikan pemberontakan tertua di Amerika Latin. Perundingan perdamaian, yang dimulai pada 19 November, sejauh ini hanya ditujukan pada butir pertama dari agenda lima poin yaitu reformasi tanah. Distribusi tanah adalah salah satu pemicu konflik puluhan tahun di Kolombia, di mana ada ketidaksetaraan antara pemilik tanah yang kaya dan petani miskin. Paus Fransiskus pada Senin menyatakan dukungan bagi perundingan perdamaian dengan kelompok gerilyawan Kolombia FARC di satu audiensi pribadi di Vatikan dengan Presiden Juan Manuel Santos. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
