
Garuda Minat Bangun Pusat Perawatan Pesawat di Batam

Batam, (Antara) - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia berminat membangun fasilitas pemeliharaan pesawat di Bandara Internasional Hang Nadim, kata Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ilham Eka Hartawan. "Mereka membutuhkan lahan 48 hektare untuk membangun Garuda Maintenance Facility (GMF/Fasilitas Pemeliharaan Garuda). Namun pada tahap awal hanya akan dibangun di lahan seluas 15 hektare," kata Ilham di Batam, Kepulauan Riau, Minggu. BP Batam, kata dia, saat ini terus melakukan pembicaraan intensif dengan pihak Garuda Indonesia untuk memastikan Hang Nadim sebagai pilihan untuk pendirian GMF. "Kami secara intensif terus melakukan pembicaraan. Kami juga telah menyiapkan draf kerja sama dengan Garuda," kata dia. Meski Garuda Indonesia juga menjajaki pembangunan GMF di Bandara Internasional Kuala Namo Sumatera Utara, namun BP Batam yakin perusahaan penerbangan nasional itu akan memilih Batam karena didukung status kawasan perdagangan bebas (FTZ). "Kami optimistis Garuda akan memilihj Batam, karena sebelumnya Lion Group dan PT Indonesia Aero Maintenance (IAM) juga sudah menandatangani kerja sama pendirian fasilitas perbaikan pesawat di Bandara Hang Nadim," kata Ilham. Lion Group, kata dia, saat ini sudah melakukan tahap pembangunan tahap awal pada lahan seluas empat hektare. Sementara IAM masih dalam pelengkapan administrasi dan direncanakan akan membangun pada awal September mendatang. PT IAM, kata dia, juga akan membangun sekolah untuk menunjang industri penerbangan. Panjang landasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang mencapai 4,025 kilometer menjadi salah satu pertimbangan bagi perusahaan penerbangan membangun fasilitas pemeliharaan dan perbaikan pesawat. Pengelola bandara tersebut yang juga menyediakan lahan sekitar 150 hektare untuk kawasan perbaikan pesawat. Selain itu, status FTZ sangat memudahkan bagi pengusaha untuk mendatangkan komponen pesawat ke Batam. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
