
Dirut BRI: Agus Martowardojo Paham Industri Perbankan

Jakarta, (Antara) - Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sofyan Basir meyakini Gubernur Bank Indonesia yang baru, Agus Martowardojo sangat memahami industri perbankan karena pengalamannya sebagai bankir bank umum. "Kami berterima kasih, ini kan pertama kali mantan bankir profesional menjadi Gubernur BI. Pak Agus akan sangat memahami mengenai industri perbankan," kata Sofyan Basir usai menghadiri pengambilan sumpah Agus Martowardojo sebagai Gubernur BI di hadapan Ketua Mahkamah Agung, di Jakarta, Jumat. Sofyan mengharapkan apa yang sudah dibangun dan diawali gubernur-gubernur BI sebelumnya, bisa diteruskan oleh Agus Martowardojo. "Hari ini BI sudah berbeda sekali, mempunyai wajah baru, nyaman bagi kami kalangan perbankan dan tentunya keberpihakan sudah cukup jelas. Apa lagi sekarang sudah ada pak Agus, pengalaman-pengalaman beliau sebagai bankir dan Menteri Keuangan akan berdampak positif bagi perbankan dan sektor moneter," kata Sofyan. Menurut Sofyan hal-hal penting yang patut dipikirkan bank sentral ke depan antara lain perihal kesetaraan dengan bank asing atau resiprokal, serta Undang-undang Perbankan mengenai kekayaan negara. "Dua hal itu yang sudah dibahas sebenarnya sejak pak Agus di Bank Mandiri, hingga saat ini dirinya menjabat Gubernur BI. Mungkin hal itu yang akan dilanjutkan ke depan," katanya. Di sisi lain Sofyan mengamini bahwa BI harus mengurangi dominasi perbankan asing di sektor perekonomian, dalam arti mendorong asing agar tidak hanya bermain di sektor kredit konsumer. "Fakta yang terjadi hari ini, asing sudah masuk ke sendi-sendi perekonomiann kita sampai yang paling rendah. Bukannya kita tidak bisa bersaing, tapi tolong bank asing jangan hanya main di perkotaan, jangan hanya sektor kredit konsumer," katanya. Ia mengatakan diperlukan sebuah aturan kebijakan agar bank asing juga masuk ke dalam pembiayaan sektor riil seperti pengusaha kecil, serta mikro. "Jangan hanya membiayai kredit konsumtif saja, tetapi ikut berperan membangun perekonomian nasional, jangan berorientasi pada profit semata. Kita tidak pernah takut bersaing, yang penting bagaimana akses sektor mikro bisa makin kuat dan makin besar terhadap perbankan," katanya. Agus Martowardojo mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung, Jumat (24/5) menyusul surat pengangkatan dirinya sebagai Gubernur BI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Presiden RI Boediono beserta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, dan Menteri Keuangan Chatib Basri, beserta kalangan bankir dan pejabat negara lainnya.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
