Logo Header Antaranews Sumbar

200 Mahasiswa Hadiri "Nuclear Youth Summit 2013"

Jumat, 24 Mei 2013 10:05 WIB
Image Print

Yogyakarta, (Antara) - Sekitar 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menghadiri "Nuclear Youth Summit (NYS) 2013" untuk mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir bagi kesejahteraan di berbagai bidang. "Diharapkan NYS ini akan menjadi tempat berbagi informasi dan keilmuwan para pemuda sebagai calon pemimpin dan ilmuwan di masa mendatang," kata Ketua Komunitas Muda Nuklir Nasional (Kommun) Akhmad Aji Wijayanto di sela-sela NYS 2013 di Yogyakarta, Jumat. NYS 2013 berlangsung selama tiga hari, 23-25 Mei 2013, yang dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti kuliah umum dengan menghadirkan pakar nuklir dunia seperti Dr H-Holger Rogner dan Mika Tanhuanpaa dari Finlandia. "Selain itu, diskusi tentang nuklir, dan kompetisi dalam penyusunan paper serta presentasi," kata mahasiswa Jurusan Teknik Fisika UGM itu. Topik presentasi yang dikompetisikan, ujarnya, antara lain riset nuklir, sumberdaya manusia (SDM) nuklir di Indonesia, penerimaan masyarakat terhadap nuklir hingga prospek pemanfaatan nuklir untuk masa depan. "Paper ini dipilih dari hampir 300 paper yang diseleksi, kemudian dipresentasikan di hadapan juri serta para peserta kompetisi selama kegiatan NYS 2013 berlangsung," kata fasilitator Kummon yang juga staf Pusat Diseminasi Iptek Nuklir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Adipurwa. Selain itu, para peserta NYS juga diajak mengunjungi fasilitas nuklir riset di Yokyakarta yang menghasilkan berbagai isotop nuklir untuk kepentingan dunia kesehatan, industri dan riset nuklir. Anggota Kommun saat ini, kata dia, mencapai sekitar 80 orang yang berasal dari berbagai universitas di Jawa seperti dari UGM, UI, ITB, STTN (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir), termasuk dari luar Jawa seperti dari Padang dan Makassar. Kommun dibentuk pada 11 Februari 2013 untuk mewadahi aspirasi dan antusiasme para mahasiswa dari berbagai jurusan yang haus akan pengembangan teknologi, khususnya nuklir namun baru diluncurkan di UIN Sunan Kallijaga Yogyakarta pada Kamis (23/5) bersamaan dengan penyelenggaraan NYS untuk pertama kalinya. Sementara itu, Kepala Batan Djarot Wisnubroto menyatakan penyesalannya atas dihilangkannya jurusan teknik nuklir di perguruan tinggi seperti jurusan teknik nuklir di UGM yang pernah dibuka pada 1981 untuk tujuan mempersiapkan SDM yang ahli di bidang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). "Sudah lama teknik nuklir di UGM diganti menjadi teknik fisika. Tapi untungnya program studinya tetap ada meski fokusnya lebih ke aplikasi iptek nuklir secara umum," kata lulusan teknik nuklir UGM itu di sela-sela pertemuan itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026